Cinderella, Wolf, And Vampire 05: Who are you, sister??

cwv

Cinderella, Wolf, And Vampire 05: Who Are You, Sister??

Author
Sinta Rahayu @HSRin

Genre
Fantasy, Romance

Rate
PG-15

All casts
f(x)’s Sulli as Cinderella (Choi Sulli),
f(x)’s Krystal as Cinderella’s Stepsister (Jung Krystal),
EXO’s Sehun as Werewolf,
EXO’s Luhan as Vampire.

Other Casts
All member of EXO-K as Werewolf,
All member of EXO-M as Vampire,
BoA as a Witch,
Kangta.

Special Cast
IU

Teaser | (01) | (02) | (03) |(05) |

Sebodoh apapun Sulli, sepolos apapun gadis itu ia tahu pasti sekarang Krystal tetap menyuruhnya untuk tetap tinggal di rumahnya sendiri. Walaupun banyak ancaman baginya, tapi apabila gadis itu sudah menyuruh seseorang melakukan sesuatu. Maka sampai kapanpun takkan berubah pendiriannya.

Kini mereka berdua berjalan di tengah hutan. Tentu saja untuk kembali pulang ke rumah. Entah apa yang dibicarakan oleh Krystal dan Sehun, namun rasanya ada aura lain dari Krystal. Sulli pun tak bisa menolak untuk diajak pulang Krystal. Dan yang lain pun tak bisa membantu apa-apa. Karena ekspresi Krystal yang memohon untuk pulang membuat Suho juga tak bisa mencegahnya.

Kini mereka berjalan dengan langkah tenang, hening menyelimuti suasana sore itu. Sementara itu rumah mereka yang sudah hampir dekat di ujung mata, terlihat gelap. Krystal membuka pagar kecil dan menoleh pada Sulli.

“Apa kau sudah makan?” Tanyanya dengan tatapan nanar.

“Sudah. Eh, apa kau lapar?” Tanya Sulli berjengit karena ia ingat saat makan di rumah werewolf tadi Krystal tidak ikut makan.

“Ya, buatkan aku sesuatu kumohon.”

Krystal memohon. Itu rasanya sangat langka terjadi. Namun Sulli menutupi keterkejutannya. Tentu saja ia terkejut, bagaimana bisa Krystal Jung yang dingin dan cuek menjadi seperti ini?

Jawabannya mungkin saja karena kejadian sebelum ini. Sulli sangat penasaran dengan apa yang Luhan lakukan padanya. Mungkin Krystal di guna-guna BoA disana?

Sulli segera menuju dapur. Mengeluarkan bahan makanan satu persatu. Otaknya yang kurang bisa membaca situasi dengan baik membuatnya terus berpikir. Apa yang terjadi dengan Krystal.

***

“Sup rumput laut dan nasi goring kimchi.” Ucap Sulli sambil menaruh makanan di meja makan. Di depannya Krystal sudah duduk.

“Gomawoyo.” Ucap Krystal berterima kasih.

‘ada apa dengan dia?’ batin Sulli.

Krystal melahap makanan buatan Sulli. Dia memang lapar. Entah mengapa insting manusianya lebih banyak bekerja. Memang karena hukuman yang di berikan oleh BoA sangat berpengaruh baginya. Namun terkadang emosinya  sangat labil. Ia mengaku sadar akan hal itu. Sadar tentang dirinya sendiri saat ini.

Gadis itu makan dengan lahap. Enak, masakan Sulli memang selalu enak. Atau mungkin karena perasaan bahagia karena Luhan membalas cintanya. Sejak kapan Krystal mencintai Luhan. Sepertinya bunga-bunga itu mekar dengan sendirinya di hati Krystal. Merasa bahwa namja itu sejak pertama bertemu bersikap cuek padanya.

Bukan, Luhan bukanlah namja yang jaim, ia bisa bercanda dan tertawa dengan siapa saja. Tapi jujur saja, Krystal merasa dirinya seperti perempuan yang tak menarik dulu. Hanya karena Luhan bersikap sama saja padanya maupun vampire lainnya. Padahal ia satu-satunya perempuan di tempat itu.

Makanan di hadapannya sudah habis tak tersisa. Krystal meneguk air putih dengan anggunnya. Lalu ia tersadar Sulli menatapnya tercengang.

“Kau kenapa?” Tanya Krystal menatap Sulli yang duduk di kursi seberang meja makan.

“Kau tahu, itu porsinya sangat banyak. Lebih dari biasanya kau makan, aku kira takkan habis.” Ucap Sulli dengan pandangan takjub.

“Entahlah, mungkin aku telah menghabiskan banyak energy hari ini.”

Krystal menaiki tangga menuju lantai dua rumah itu. Pintu kamarnya ada di sebelah kanan berseberangan dengan kamar Sulli. Cukup jauh jaraknya. Sejak dulu, Krystal tak mau sekamar ataupun terlalu dekat dengan Sulli. Sikapnya dulu sangat acuh terhadap Sulli, walaupun terkadang ia merasa khawatir dengan gadis polos itu.

Krystal melangkahkan kakinya mememegang gagang pintu kamarnya. Aneh, pintunya sedikit terbuka. Krystal melihat bayangan lelaki di kamar serba putihnya.

“Luhan.”

Takut ada yang tahu. Krystal segera masuk dan menutup pintu. Ia mengunci pintunya dan berbalik.

Deg

“Aku membaca pikiranmu sayang.”

Cepat sekali, namja berwajah baby face itu sudah ada tepat di hadapan Krystal –sangat dekat bahkan. Matanya intens menatap –menggoda Krystal, tahu  akan kegugupan gadis itu.

“Kenapa bisa?” Tanya Krystal spontan. Ia menatap Luhan dengan ekspresi salah tingkah di tempat.

“Karena hati kita telah menyatu,” ucapnya santai.

***

“Aku yakin ada sesuatu dengan Krystal. Mungkin dia dihasut, dihipnotis, atau di pelet oleh Luhan.” Ucap Baekhyun sambil mondar-mandir di samping sofa ruang televisi.

Sehun duduk di sofa menghiraukan Baekhyun, menatap layar televise dengan bosan. Chanyeol memegang kendali remote televise, terus menggonta-ganti channel tak tentu.

“Labih baik kau duduk diam.” Ucap Sehun santai.

“Hei, ini menyangkut keselamatan Sulli.” Ucap Baekhyun mendramatisir ekspresinya.

“Namun, kau sepertinya membicarakan Krystal saja. Bukan Sulli?” sang leader mencibir.

“Mungkin, Dia tertarik dengan Krystal.” Ucap IU yang kini masih berada di rumah itu.

“Apa maksudmu?” Sehun tercengang.

“Mungkin…” IU melirik wajah Baekhyun yang menatapnya tajam.

“Apapun hal itu, namun aku yakin Krystal tidak akan membahayakan keselamatan Sulli.” Ucap Suho menggurui.

“Tahu darimana?” Tanya Sehun dengan tatapannya yang masih mengarah ke layar televise dengan bosan.

“Perempuan itu lemah jika sudah dipuja-puja lelaki, lihat saja gadis itu. Dia masih ada disini bukan? Akhirnya dia menurut kepadaku.” Celoteh Chanyeol yang sedikit menyinggung IU, IU hanya menatap Chanyeol dengan pandangan bertanya-tanya.

“Kau ini sok tahu.” Sehun melempar bantal sofa kearah wajah Chanyeol dan berlalu pergi dengan terburu-buru.

“Ya! Dasar kurang ajar kau.” Chanyeol berteriak kepada orang yang bahkan bayangannya sudah lenyap.

“Menurut kalian apakah Sehun itu memang menyukai Sulli? Sekarang ini ekspresinya terlihat biasa saja, tidak Nampak cemas seperti Baekhyun.” Ucap Kai yang tiba-tiba datang dari arah teras rumah.

“Sehun itu ekspresinya tetap sama. Dia terlalu cool, lagipula ia tak punya pengalaman kencan bukan?”

***

“Siapa bilang?” Krystal bersandar di dada Luhan yang bidang.

“Apa?”

“Hati kita telah menyatu,” Krystal mendongak menatap namja itu.

“Aku. Barusan,” Luhan tersenyum tipis.

“Memangnya kenapa?”

“Entah mengapa, aku jadi selalu mengingatmu. Dan tiba-tiba suara-suara pikiranmu terdengar.” Ucap Luhan menyeringai. Krystal tersipu, ia menunduk dan menyembunyikan wajah malunya.

Ya Luhan, entah sejak kapan ia mulai mengingat ucapan Krystal. Wajah Krystal yang pucat namun manis. Dan saat ia masih menjadi satu kelompok dengannya –vampire. Itu semua membuatnya penasaran. Ini bukan karena paksaaan, tapi rasa penasaran yang dalam. Juga, seakan-akan Jung Krystal sudah menghipnotisnya. Bukan sebaliknya.

Krystal mendekap tubuh Luhan. Tak ada yang tahu, termasuk Sulli pun. Atau mungkin jangan sampai ada yang tahu. Karena bisa jadi Sulli akan menjauh darinya. Atau dia akan diusir dari rumah ini. Sudah cukup dengan pengusiran dari markas vampire, ia tak mau hidup seperti anak terlantar.

Ditinggal oleh ibunya yang pergi entah kemana, membuat hidupnya tak jelas. Ia harus bertindak sebagai kakak yang sebenarnya. Walaupun, ia hanya saudara tiri, tapi setidaknya Sulli tidak ingin ditinggalkan bukan, sejak awal. Jadi, kelak ia akan terus tinggal di rumah itu. Luhan pun jika bisa, akan terus bersamanya. Tak perduli pada apapun, gadis itu kini menjadi egois kembali.

***

“Kau darimana saja?” Tanya Tao yang kebetulan memergoki Luhan yang tiba-tiba muncul.

“Dari luar…” jawab Luhan asal.

“Tunggu dulu,” tahan Tao. Dia mendekati Luhan, dan malah mengendus-endus pakaian Luhan. “ Kau seperti bau manusia, tapi seperti bukan manusia. Kau darimana?” cercanya.

“Terserah, kemana aku pergi, minggir…” ucap Luhan mengusir.

“hmmm, mencurigakan.” Cibir Tao.

“Siapa?” Tanyaseorang namja Vampire tinggi, paling tertua di rumah itu –Kris.

“Luhan. Dia mencurigakan, baunya aneh.”

“Aneh bagaimana?” Tanya Kris tergelak.

“Dia seperti bau manusia, tapi tidak kental.” Tao menunjukkan jarak diantara jari telunjuk dan jempolnya.

“Sepertinya…” Tiba-tiba Mereka berdua berpandangan. Dahi Tao berkerut, sedangkan Kris sudah menebak apa maksudnya.

Kris merogoh kantong celananya, mengeluarkan ponsel canggihnya. Tao mendelik –untuk apa vampire punya ponsel.

“Tidak diangkat…” gumam Kris.

“Krys…” Tao menggantungkan kata-katanya.

“Apa?” Tanya Kris.

“Krystal maksudnya?”

“Memangnya siapa lagi?” Ucap Kris dengan penuh keyakinan. Tao mendesah melihat ekspresi Kris yang terlihat begitu khawatir.

“Kenapa kau mengkhawatirkannya? Dia kan pernah menjadi bagian dari kita, jika Luhan ingi menjadi kekasihnya, tak masalah bukan?” Celoteh Tao, sambil menatap Kris bingung.

“Lalu…”

“Jadi bila ia bisa menjadi Soulmate Luhan, ia juga akan menjadi vampire yang seutuhnya.” Tao serius dengan perkataannya. Ia memang bukanlah leader, tapi disini Kris seperti orang kebingungan.

“Dan sejujurnya ada satu hal lagi. Tentang Sehun. Bila ia mendekati Sulli, ini bukan masalah. Tak usah kau cegah, dia bukan bagian dari kelompok kita. Ia hanya dihukum dan tiba-tiba menjadi vampire.” Ucap Tao lagi, perkataannya membuat Kris berpikir.

“Kau hanya tinggal meyakinkan kepada BoA. Agar ia mengembalikan Sehun seperti semula, kembali menjadi werewolf yang sepenuhnya. Bukan setengah-setengah seperti ini, membuat kita kesusahan dengan hubungan yang tidak jelas antara vampire dan werewolf.”

***

Sehat atau tidak, yang jelas ekspresinya murung saat ini. Ekspresinyanya murung seperti karyawan yang belum diberi gaji. Sulli merasa bosan sebenarnya, rasanya ingin bertemu Sehun. Ia mengaku bahwa ia merindukan namja itu. Rasanya seperti ada yang hilang. Walaupun status mereka belum resmi, Sulli tahu pasti apa perasaan Sehun padanya –hanya dengan sekali tatap.

“Aku mendengar ponselmu berbunyi, kenapa tidak diangkat?” ucap Sulli yang melihat Krystal keluar dari kamarnya.

“Mwo? Jinjjayo?” Tanya Krystal bingung.

“Bahkan aku yang jauh bisa mendengarnya. Hei, kenapa kau tersenyum-senyum sendiri?”

“Apa? Benarkah?”

Sulli memutar bola matanya dan menatap layar televisi dengan pandangan tak minat. Sementara Krystal panic, takut akan ketahuan. Ia memegangi wajahnya sendiri, jangan sampai ia terlihat ceria sekali di depan Sulli. Karena selama ini dia terlihat dingin, bukan?

“Aku ingin bertemu dengan Sehun…” ucap Sulli merengek.

“Mwo? Jangan bertemu dengannya! Jangan kembali lagi ke Hutan!” ucap Krystal melarang keinginan Sulli.

“Waeyo?” Sulli protes dan menatap Krystal tajam.

“Kau ini akan selalu terancam bahaya disana. Bahkan kau kemarin hampir mati oleh si penyihir itu.”

“Lalu bagaimana dengan kau? Kau juga bukan seutuhnya manusia. Kris juga vampire bukan?” ucap Sulli marah.

Krystal mecelos, bagaimana Sulli bisa sepintar ini sekarang.

“Bagaimana kau bisa tahu?”

“Tentu saja karena kejadian kemarin, dan kau juga ternyata kenal dengan Sehun dan penyihir itu bukan? Sehun sudah menjelaskannya kepadaku.” Jawab Sulli ketus.

“Jadi gara-gara siluman itu?”

“Kenapa kau memanggilnya begitu, seakan-akan kau ini manusia suci.” Sulli marah, ia menatap Krystal sengit.

“Jadi kau ingin bertengkar denganku? Hei, Sehun itu berbahaya. Dia seorang serigala dan vampire di saat bersamaan. Dia lebih berbahaya daripada diriku, vampire murni atau manusia serigala murni. Dia ini dua kali atau bahkan lebih kuat dari siapapun.”

Krystal gemetaran, walaupun tak terlihat dari raut wajahnya. Ia takut, kini Sulli tak bisa ditebak. Mengapa sifatnya berubah dengan cepat sekarang ini.

“Aku pergi…” Sulli melesat pergi begitu saja meninggalkan Krystal yang terbengong sendiri.

***

“Sulli melarikan diri, dan kau diam saka?” Tanya Luhan dengan nada lembut namun mampu membuat Krystal berpikir dengan keras.

“Lalu apa yang harus ku lakukan? Kupikir dia akan kembali ke rumah ini, ini adalah rumah milik mendiang appa kandungnya.” Ucap Krystal lirih, gadis itu memainkan buku-buku jarinya, gugup.

“Ya… mungkin pada akhirnya dia akan kembali kesini. Tapi dapat kupastikan 85% ia menuju markas werewolf.”

“85% kenapa? Apa ada tempat lain baginya untuk melarikan diri?” Krsytal menatap Luhan dengan penuh kebingungan.

“Saat ini tak ada yang bisa menebak situasi Sulli. Ia berada di tengah-tengah garis dua kubu yan berbeda. Mungkin saja ia akan melarikan diri ke tempat yang lebih normal.” Ucap Luhan mantap.

“Tapi apakah ia akan kembali ke rumah ini?” Krystal bertanya dengan terburu-buru, ia khawatir dan takut.

“Ya, kau tenang saja.”

***

Lapangan luas ini, Channyeol dengan gesit merebut bola dari kuasa Baekhyun. Menggiringnya dengan cepat menuju hadapan gawang dan menendangnya tepat sasaran.

“Gooooool!!!” Chanyeol kegirangan sendiri seperti orang frustasi.

“Sudahlah, kita akhiri saja permanan sepak bola kurang pemain ini. Miris sekali.” Ucap Sehun dengan peluh menetes di dahinya.

“Iya, buang-buang waktu saja.” Suho berjalan duduk di pinggir lapangan tandus itu dan mengambil sebotol air mineral dari sebuah tas besar.

“Kenapa selesai?” Tanya IU yang sejak tadi menonton pertandingan abal-abal mereka.

“Huh… ini hanya membuang tenaga. Kita kekurangan pemain, seharusnya kau ikut bermain saja.” Ucap Suho sambil tersenyum meledek pada IU.

“yang benar saja…”

“Chagi aku menang, aku memasukkan bola tiga kali.” Ucap Chanyeol semangat sambil mengacungkan tiga jarinya. IU tertawa dan mengangguk saja, yang penting namja jangkung itu bahagia.

IU menyodorkan sebotol air mineral pada kekasihnya itu. Chanyeol hendak mengambilnya, namun secepat kilat Baekhyun melewatinya dan dengan enaknya ia mengambil air mineral itu. Sambil cengir-cengir ia berlalu menjauhi Chanyeol.

“Aku sangat haus…” Ucap Baekhyun yang melihat ekspresi kaget Chanyeol padanya.

Baekhyun berjalan menjauh dari Chanyeol, IU, Sehun, Suho, D.o, Kai. Ia berjalan ke tepian lapangan yang cukup dekat dengan rumah markas werewolf.

“Waah, segarnya. Kalau begini harusnya aku dirumah saja.” Baekhyun memandangi rumahnya dari jauh.

Sekilas ia akan berbalik, namun pandangan matanya menemukan bayangan seorang perempuan yang berdiri di depan pintu markasnya dari jauh. Ia kembali memandang rumah dan menegaskan pandangannya.

“Sehun-aaa…. Ada Sulli!!” Ucapnya berteriak dengan cukup keras. Sehingga tak hanya Sehun yang menengok, tapi seluruh member termasuk IU.

***

“Kau kenapa?” Tanya Sehun menatap Sulli dengan cemas.

Sulli diam dan memandangi permukaan lantai teras rumah werewolf itu. Sehun yakin ada yang tidak beres dan dengan inisiatif juga nalurinya, ia memeluk gadis itu. Hangat, dan mencoba untuk menenangkannya.

“Katakanlah padaku.”

“Aku kabur, Krystal mulai tidak menyenangkan.”

“Kenapa?” Sehun melepaskan pelukannya dan menatap Sulli intens. “Bukankah itu rumahmu, itu adalah rumah milikmu. Untuk apa kau kabur?”

“Dia tidak memperbolehkanku bertemu, dia bilang kau berbahaya. Kau adalah dua makhluk, vampire dan serigala. Dia bilang bersama dengan dirimu itu berbahaya” Sulli sesaat mengatur nafasnya, ia terisak dan meneteskan air matanya.

“Dia membela dirinya sendiri, padahal dia juga bukan manusia suci. Aku membenci perkataanya itu.” Sulli berkata dengan perasaan menggebu-gebu, sambil menangis.

“Tenangkanlah dirimu.” Sehun mengelus puncak kepala Sulli lembut,

“Aku mau denganmu saja. Seperti IU, tinggal di markas werewolf.” Sulli menatap Sehun dengan sungguh-sungguh.

“Chagiyaa,” Sehun memandang Sulli serius. Mereka hening sebentar, saling bertatapan. Sehun ragu dengan keputusan yang Sulli katakan. “Sebenarnya apa yang dikatakan Krystal memang benar.”

Sulli menghela nafas kasar, memandang Sehun tak percaya. Gadis itu kecewa, dan mengalihkan pandangannya kea rah lain.

“Jika ada apa-apa denganmu disini, aku akan setengah mati khawatir dan menyalahkan diriku sendiri yang mengizinkanmu tinggal di rumah yang lokasinya di ttengah hutan. Kau tahu?” Sehun menunduk, memegang kedua bahu Sulli ringan. Mencari tatapan Sulli, agar menatapnya langsung.

“Aku akan menemuimu setiap harinya.” Sehun meyakinkan Sulli.

***

“Bagaimana dengan Sulli?” Tanya IU saat Sehun baru masuk ke ruang tamu.

“Dia sudah kuantar sampai jalan keluar hutan.”

“Dia ingin tinggal disini ya?” Tanya IU lagi.

Sehun hanya mengangguk pelan. Suho datang menghampiri Sehun dan IU. Dengan tampang serius ia menatap Sehun.

“Kau dipanggil BoA dan Kangta,” ucapnya.

“Ada apa?” IU penasaran, dan mengikuti arah langkah Suho.

“Kau dan yang lainnya lebih baik disini saja.” Ucap Suho pada IU. Di ruang televise para member yang lain berekspresi serius, membuat IU bertanya-tanya.

“Sebenarnya ada apa lagi hyung?” Sehun yang belum diberitahu apa-apa merasa tidak enak.

“Kau akan dikembalikan menjadi werewolf tanpa embel-embel vampire. Krystal pun akan dikembalikan menjadi vampire normal lagi. Kurasa leader mereka tak ingin kau mengganggu kelompoknya. Dan ia akan menyelamatkan sepupunya, Krystal.”

“Krystal? Lalu bagaimana dengan Sulli?” sehun panic mendengar nama Krystal disebut-sebut dalam masalah ini. Ini berhubungan juga dengan Sulli.

“Kalau begitu biar aku menemaninya di rumahnya.” Ucap IU memberikan solusi.

“Chanyeol temani IU di rumah Sulli.” Ucap Suho menyetujui.

Suho dan Sehun bergegas keluar dari markas itu, menuju ke tempat dimana dulu Sehun pertama kali di rubah menjadi vampire serigala. Di lapangan seperti padang pasir itu, BoA dan Kangta sudah menunggu.

“Mana Krystal, bukankah kau akan melepaskan hukumannya juga?” Tanya Suho pada BoA dan Kangta.

“Dia belakangan.” Ucap BoA dingin. “Cepatlah duduk,” perintah BoA pada Sehun.

Sehun menurut dan duduk di kursi yang disediakan. Untuk pertama kalinya Suho dan Kangta menyaksikan secara langsung bagaimana perubahan Sehun. BoA mengankat tangannya di depan wajah Sehun. Dan dengan cepat ia memabacakan sesuatu dan menutup matanya.

Sehun memejamkan matanya, sedikit mengerang kesakitan. Ia sudah siap dan pernah merasakan hal yang seperti ini. Suho tercengang dan bergidik ngeri melihat anggotanya itu terlihat tersiksa. Sedangkan, Kangta berkespresi datar.

Sehun berteriak kesakitan, rasa nyeri di sekujur tubuhnya tak dapat ia tahan lagi. Seperti ada yang tertarik keluar. Kulit-kulit di tubuhnya terasa seperi dikuliti, “Arrrrgh…”

***

“Apa? Kenapa dengannya?” Bola mata Sulli seakan ingin melompat keluar, kaget mendengar berita dari IU.

“Tenanglah, lebih baik kau disini saja.” Ucap IU menyuruh Sulli untuk duduk.

“Kau kesini dengan siapa? Kenapa kau sudah ada disini, memangnya Krystal membolehkanmu masuk?” Tanya Sulli heran.

“Aku kesini dengan Chanyeol. Tapi, aku masuk lewat jendela. Kau ingat kan bahwa aku ini firefox.”

“Apa yang kau lakukan disini??!!” terdengar teriakan dari lantai bawah, dan tentu saja itu adalah Krystal.

“Berisik sekali kau,” Suara berat seorang namja terdengar oleh Sulli.

“Itu Chanyeol?” Sulli membuka pintu kamarnya. Chanyeol dengan cepat masuk ke kamar Sulli.

“Kau harus tetap disini, dan kita harus siaga. Aku takut setelah hukuman manusia daaari BoA pada Krystal dicabut, dia akan menculikmu kesana. Kau tak mau dijadikan santapan para vampire kan, saudara tirimu sendiri?” Ucap Chanyeol menjelaskan. Sulli menggeleng dan bergidik ngeri.

“Kita harus menunggu Sehun. Tak ada yang tahu bagaimana keadaan dia sekarang, atau bagaimana perubahannya kecuali Suho. Jadi yang harus kita lakukan adalah menunggu. Ah aku lupa ini kamar yeoja, apa taka pa aku disini?”

“Sudahlah lebih baik kau duduk disini.” IU menarik kursi untuk Chanyeol duduk.

Chanyeol duduk. Namun matanya tak bisa diam, ia gelisah. Namja ini memang asli tak bisa berdiam diri di tempat.

“Kurasa Luhan sering kesini,” ucap Chanyeol tiba-tiba.

“Apa maksudmu? Aku tak pernah melihatnya. Lagipula tak pernah ada orang yang datang kesini.” Sulli mengernyitkan dahinya mendengar ucapan Chanyeol.

“Hei, aku saja bisa masuk lewat jendela, apalagi Luhan yang notabene ada seorang vampire.” Ucap IU membuat Sulli tersadar.

***

Krystal berlari melesat masuk ke dalam hutan. Ia panic, Luhan sudah menyuruhnya untuk datang ke markasnya. Tapi ia terlalu memusatkan fikirannya pada Sulli. Dan pada akhirnya ia terlambat.

Dengan langkah terburu-buru dan mencoba mengatur nafasnya ia membuka pintu rumah vampire yang megah itu.

“Hai Krystal!!” Sapa Tao yang menyambutnya.

“Kau seperti habis dikejar-kejar serigala.” Ucap Xiumin yang melihat raut wajah Krystal yang panic dan terengah-engah seperti itu.

“Memang ada serigala di rumahku.” Ucap Krystal yang seraya masuk dan duduk di sofa tanpa disuruh.

“Mana Luhan? Bukankah aku akan bertemu dengan BoA hari ini. Dia menyuruhku datang cepat, makanya aku terburu-buru.” Ucap Krystal sambil menyeka peluh di dahinya.

“Kau belakangan. Siapa yang ada dirumahmu? Kau bilang serigala?” Tanya Xiumin seraya menyodorkan segelas air yang langsung disambar oleh Krystal.

Krystal tidak langsung menjawab, ia meneguk air yang diberikan xiumin. Tepat pada saat itu Luhan datang dan langsung menghampiri Krystak, duduk disampingnya. “kau sudah datang.” Ucap Luhan sambil tersenyum lebar.

“Ada Chanyeol dan IU di kanar Sulli.” Terang Krystal.

“Apa?” Luhan terbelalak.

“Chanyeol masuk menyerobot pintu depan tanpa permisi. Sedangkan IU, aku tak tahu. Mungkin ia masuk lewat jendela.” Krystal berceloteh sambil matanya tidak bisa diam, melihat kesana-kemari.

“Jadi apa yang akan kita lakukan sekarang?” Tanya Krystal.

“Kita pergi ke padang pasir.” Ucap Kris yang baru muncul dari pandangan mata Krystal.

“Untuk apa?Kita akan bertemu dengan BoA disana?” Tanya Krystal.

“Kau akan berubah lagi menjadi vampire yang murni klee.” Ucap Luhan dengan senyuman manisnya yang tulus.

“Mwo?!”

***

TBC

oke, maaf lama menunggu (padahal udah hampi 3 bulanan). karena saya sibuk walaupun nganggur di rumah hahhahaha. internet saya tidak memungkinkan sekarang ini. maaf ya ga bisa bales komentar kalian semua. padahal pengen banget liat respon kalian. di episode ini(?) ceritanya tambah rumit ya. lol saya juga bingung gimana akhirnya. pengennya sih ada yang terbunuh dari pemeran utama. tapi kayaknya ga seru banget pemeran utama mati.

lanjutannya mungkin agak lama lagi ya. maaf banyak typo disini 🙂

Jangan lupa mampir ke About Cinderella, Wolf, And Vampire yaaa

Advertisements

One thought on “Cinderella, Wolf, And Vampire 05: Who are you, sister??

  1. Kyaaaa kyaaaaa kyaaaa !!!!!
    Excited buanget banget banget!!!!!
    Akhirnya nongol juga chap 5nya.
    3 bulan rasanya udah seabad aja, kekekeke …
    Makin seru nih chingu, konfliknya tambah rusuh aja ya.
    Makin cinta juga ama Lustal, kekekeke
    Pokoknya LUSTAL daebak lah …
    Kalo authornya Jjang!!!
    hahahahaha ….
    #i’m first
    next chap saya tunggu dengan setia. FIGHTING!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s