[Drabble] Goodbye Sunset

Goodbye Sunset, Minho

Tittle: Goodbye Sunset

Casts: Choi Minho (SHINee), Kwon Saera (OC)

Genre: Angst,Romance, AU

Rating: G

Length: Drabble (741 words)

Author: Sinta Rahayu

Disclaimmer: Spontaneous from my imagination

Mungkin aku mau semi hiatus, atau benar-benar hiatus selama sebulan. Karena aku mau pergi dan gatau apakah masih bisa sempet ngetik atau enggak. Jadi ff Cinderella, Wolf, and Vampire chapter 5 agak ama nongolnya, maaf aku barus ngasih tahu sekarang, karena kemaren gak sempet.

Tentang Cinderella, Wolf, and Vampire klik disini!!

Oh ya untuk ff ini aku bener-bener spontan, dan akhirnya jadilah drabble ini hehehehe. Gatau kenapa aku milih Cast nya Minho, aku akhir-akhir ini kesemsem(?) sama dia. *ga sempet bikin posternya hehehe*

Read, Like, and Comment please 🙂

Aku berjalan sendirian dengan angin yang berhembus pelan menerpa tubuhku. Mengingat namanya membuatku ingin menitikkan air mata, sayangnya air mataku sudah habis sekitar 7 tahun yang lalu. Saat ia perlahan-lahan menutup matanya, meninggalkanku sendiri di dunia yang kejam ini untuk selamanya.

Aku sudah pusing dengan semua tumpukan beban yang ayah berikan padaku, kini aku harus memimpin perusahaan-nya tanpa Kwon Saera yang seharusnya menemaniku sejak dulu.

Kulangkahkan kaki tak tentu arah di atas pasir bersih di pinggi pantai yang sepi ini. Sepi karena ini adalah pulau pribadi milik perusahaan ayahku.

Sesaat langkahku terhenti, aku menoleh melihat ada orang lain disini. Tak jauh dari tempatku berdiri sesosok perempuan tersenyum menatapku. Entah ia hadir dari mana asalnya, aku tak tahu pasti.

“Choi Minho…” Panggilnya, ia melambaikan tangannya yang lembut padaku.

Aku terbelalak tak percaya, senyuman bahagia tak bisa kuhindari terlukis di wajahku. Suaranya benar-benar membuatku tersadar, bahwa dia adalah orang yang sejak tadi ada di pikiranku. Ku hampiri gadis itu, gadis-ku 7 tahun yang lalu.

“Saera? Kau Kwon Saera?” Tanyaku ada gadis yang kini sudah berada di hadapanku.

“Ne chagiya, apa kau lupa padaku?” Ucapnya lembut sambil mengerucutkan bibirnya.

“Kau, kenapa bisa ada disini?” Tanyaku dengan penasaran.

“Jadi, Choi Minho tidak ingin kekasihnya kembali?” Ucapnya dengan ekspresi kesal yang terlihat dibuat-buat.

Aku terkekh senang melihatnya. Ya tuhan, bagaimana mungkin gadis yang sudah lama meninggal bisa hadir kembali di hadapanku. Apa aku tidak bermimpi?

Gadis itu menatapku heran. Dia mencubit pipiku dengan gemasnya. Dan rasanya cukup sakit di cubit olehnya. Tentu saja, ini berarti aku sama sekali tidak bermimpi.

“Bagaimana bisa?” Gumamku pelan.

“Oppa, ayo kita lihat sunset.” Ucapnya yang kini menarikku untuk duduk di pasir putih lembut ini.

Bahkan tangannya yang lembut itu, menggenggam tanganku erat. Dia benar-benar nyata.

Cup

Aku mencium pipinya yang lembut itu dari samping. Tercium aroma parfum nya yang kurindukan.

“Apa yang kau lakukan?” Ucapnya yang terlihat kaget, aku terbelalak mendengar ucapannya.

“Wae?” Tanyaku bingung.

“Kau harus meminta izin dulu jika ingin menciumku.” Ucapnya yang terlihat mengusap pipinya.

“Wae?” Tanyaku lagi, namun ia tak menjawab dan hanya tersenyum.

Aku menatapnya, menelisik wajahnya. Misterius, gadis ini menjadi misterius sekarang. Aneh sekali, bahkan ia tak menjelaskan kemana saja ia pergi untuk jangka waktu 7 tahun ini. Bahkan ia tak mengatakan mengapa ia bisa hidup, mengingat aku yang menjadi saksi mata saat ia menghembuskan nafas terakhirnya.

“Lihat, mataharinya turun.” Ucap gadis ini memecahkan lamunanku. Pandanganku teralihkan menuju langit di hadapanku.

Ya langit terlihat sangat indah. Matahari berwarna oranye itu perlahan-lahan turun di garis cakrawala. Kami berdua hanya bisa terdiam melihat pemandangan indah ini. Langit berwarna jingga seakan-akan menemani kami menonton pemandangan sunset ini.

Aku menghela nafas dan tersenyum sesaat setelah matahari benar-benar menghilang dan tergantikan oleh malam yang gelap. Langit sudah gelap aku menoleh ke sampingku.

“Saera?!!” Gadis itu menghilang, tak berbekas sama sekali. Aku bhakan tak menyadari kepergiannya.

“Saera…” Aku memanggilnya lirih, baranjak lari menyusuri pinggir panatai yang sudah gelap ini. Namun, gadis itu tetap tak terlihat sama sekali.

Aku berlari menuju kamar hotelku, mungkin gadis itu ingin mengerjaiku. Mungkin saja dia sudah menyiapkan ini sebelumnya untukku. Ia mungkin akan memberikan kejutan untukku. Itu yang kuharapkan sekarang ini, namun aku tak tahu pasti.

ku masukan kunci kamar hotelku dan memutar kenop pintunya. Kamarku terlihat gelap gulita. Jantungku terasa terpompa dua kali lipat lebih cepat daripada sebelumnya

“Saera…” Panggilku pelan, aku memencet saklar lampu.

Namun yang kulihat hanya kamar tak berpenghuni. Bahkan masih sama seperti sebelumnya kutinggalkan sore tadi. Aku terduduk di sofa kamar ini, menunduk dalam dan mengacak rambutku frustasi. Bagaimana bisa ia hadir dan pergi begitu saja?

Aku menegakkan tubuhku di sofa, tenggorokanku terasa kering. Rasa haus ku membuatku menoleh ke atas nakas. Aku meraih gelas berisi air mineral dan meneguknya sampai habis. Hendak mengembalikan gelas ini ke atas meja nakas, sesaat aku tercekat.

Selembar kertas kecil dengan tulisan tangan yang indah di sana membuatku shock.

‘Nae chagiya, Choi Minho. Aku mohon hiduplah dengan bahagia di dunia mu. Maaf, aku hanya bisa mengunjungimu sebentar saja. Terima kasih atas senyuman tulus yang masih kau berikan padaku barusan -walaupun 7 tahun kita telah berpisah untuk selamanya. Aku tahu, kau masih mencintaiku. Tapi kini kita sudah berbeda. Carilah pendamping hidupmu di dunia. Lupakanlah aku oppa, aku mencintaimu. Ku harap pada saat nanti kita bertemu, aku bisa memelukmu dengan hangat. -Kwon Saera’

Aku terjatuh, rasanya kerangka tubuhku sudah tak bisa lagi menopang berat tubuhku. Setetes air mata tak bisa ku hindari untuk turun. Gadis itu bisa-bisa nya mengunjungiku dan pergi tanpa mengucapkan apa-apa. Hanya surat singkat ini yang ia berikan padaku untuk terakhir kalinya.

“Bahkan aku belum memelukmu, chagi.” ucapku lirih sambil menatap kertas ditanganku dengan pandangan kosong.

Fin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s