Cinderella, Wolf, and Vampire 04: The Truth

cwv1

Cinderella, Wolf, And Vampire 04: The Truth

Author
Sinta Rahayu @HSRin

Genre
Fantasy, Romance

Rate
PG-15

All casts
f(x)’s Sulli as Cinderella (Choi Sulli),
f(x)’s Krystal as Cinderella’s Stepsister (Jung Krystal),
EXO’s Sehun as Werewolf,
EXO’s Luhan as Vampire.

Other Casts
All member of EXO-K as Werewolf,
All member of EXO-M as Vampire,
BoA as a Witch,
Kangta.

Special Cast
IU

firefox

Teaser | (01) | (02) | (03) |

“Ketika dulu aku membuka hatiku untukmu dan setia menemanimu, kau malah pergi begitu saja tanpa mengucapkan kalimat manis untuk terakhir kalinya padaku. Dan kini kau malah membuatku kesal, sebenarnya apa maumu?”

***

“Aku tunggu sampai jam 12 malam ini.”

Ucapan singkat dari Luhan masih terus terngiang-ngiang di benak dan pikiran namja tinggi, berparas awet muda itu. Jika saja dia masih mengejar dan menahan IU -gadis yang dicintainya- untuk tetap bersamanya sebentar saja, mungkin ini takkan terjadi.

“Haissssh, apa yang harus aku lakukan?” Ucap Chanyeol yang tak henti-hentinya megacak rambutnya, tambah berantakan. Bingung, apa yang harus ia lakukan. Menyelamatkan IU namun dengan cara menyerahkan Sulli. Ia yakin pasti akan dibunuh oleh Sehun seketika.

“Lebih baik aku berterus terang pada Sehun.” Chanyeol mempercepat langkahnya, lebih tepatnya berlari melesat menuju markasnya.

***

“Dasar bodohnya diriku ini, mengapa aku tak sadar dengan Sulli yang sudah jatuh cinta dengan Sehun. Pabbo… pabbo…” Krystal memaki dirinya sendiri, kini ia berjalan cepat namun dengan langkah malas dan sedikit menghentak-hentakkan kakinya.

“Aku tak mau jika ia menjadi soulmate-nya Sehun, ini akan menjadi bencana besar.” Gumam Krystal yang berjalan menunduk sambil mengerucutkan bibirnya,

Kesal dengan kejadian hari ini. Gadis itu tak memperhatikan jalanan di depannya, ia terus berjalan dengan kepala menunduk seakan-akan langkah kakinya lebih menarik untuk dilihat.

Bruuuuuk….

“Haisssssh…. apa-apaan kau ini.” Ucap Krystal yang terjatuh, ia mendongak mendapati Chanyeol yang menabraknya.

Gadis itu sedikit meringis merasakan bahunya yang baru saja tersenggol oleh badan Chanyeol yang tegap.

“Mianhe… mianhe klee, kau tidak apa-apa?” Chanyeol paniknya , kepanikan karena IU yang diculik bertambah saat bertemu dengan Krystal.

“Kau ini kenapa sih? Seperti orang yang dikejar hantu saja?” Ucap Krystal sambil menatap Chanyeol tajam, menginterogasinya dan mendesaknya untuk menjawab.

“Ani… begini…” Chanyeol bingung untuk menjelaskan duduk perkara masalahnya.

“Aku harus bilang pada sehun…”

“Wae? Kau akan menikah dengan IU?” Potong Krystal tanpa memikirkan ucapannya yang asal.

“Haisssh bukan itu… IU justru sekarang diculik.” Ucap Chanyeol dengan pandangan kesal dengan gadis jutek di hadapannya itu.

“MWO?” Krystal membulatkan matanya, kaget dengan berita yang diucapkan oleh Chanyeol.

“Siapa yang menculiknya? Kenapa kau malah disini, bukannya menyelamatkannya dengan segera.” Ucap Krystal tanpa memberi kesempatan untuk Chanyeol menjelaskan lebih jauh lagi.

“Justru itu, yang menculik adalah Luhan lalu dia memintaku untuk membawa Sulli bila ingin IU selamat. Batas waktunya sampai jam 12 malam ini, makanya aku ingin segera memberitahukannya pada Sehun.” Ucap Chanyeol, keringat bercucuran di pelipisnya ia terlihat sangat panik sekarang.

“Eoh, kalau begitu kau pergi saja melaporkannya pada leadermu dan Sehun, juga yang lainnya. Aku akan menuju markas vampire.” Ucap Krystal seraya berjalan meninggalkan Chanyeol yang terbengong.

“MWO? Apa katamu, ke markas vampire? Apa kau ini gila?” Ucap Chanyeol saat Krystal telah berjalan.

“Lalu apa yang harus kulakukan selain ini?” Ucap Krystal yang berhenti sebentar kemudian berjalan kembali tanpa menghiraukan panggilan Chanyeol.

“Dasar gadis aneh…” Desis Chanyeol pelan.

***

“Siapa dia? Untuk apa kau membawanya kemari?” Ucap BoA yang duduk dengan anggunnya di singgasana –sofa di ruang tamu markas vampire.

“Dia adalah firefox.” Ucap Luhan pelan sambil tetap memegang tangan IU Kuat-kuat.

“Dia firefox, panda merah maksudmu?” Tanya BoA yang melongo melihat IU.

“Benar noona.” Ucap Luhan sambil menyeringai penuh arti.

“Haisssh, kau yang menggigitku tadi bukan?” Ucap BoA yang kini meledak-ledak melihat wajah IU yang kini terlihat berusaha tenang.

“Benarkah?” Tanya IU dengan tampang polos membuat BoA geram.

“Aisssh… aku akan mengutukmu jadi batu.” Ucap BoA seraya mengangkat telapak tangannya –berniat ingin menyihir IU.

“Noona noona noona… jangan!!!” Ucap Luhan kelabakan melihat BoA terlihat berambisi menggunakan sihirnya pada IU.

“Wae??!!” Ucap BoA kesal menatap Luhan.

“Dia ini sandraan ku noona,” Ucap Luhan memelas.

“Aku akan membunuhnya, sebelum ada yang menebusnya kembali.” Ucap BoA sadis pada IU dan membuat Luhan terbelalak.

“Noona Andwae, Jaebaaaal!!” Ucap Luhan yang menggunakan jurus aegyo nya yang sangat mematikan itu.

“Haisssh… yasudah terserah dirimu saja.” Ucap BoA yang berhasil termakan aegyo milik Luhan. Luhan hanya nyengir saja melihat BoA yang takluk olehnya.

Kris tiba-tiba datang dan menatap Luhan dengn pandangan aneh. “Apa yang kau lakukan?” Tanya Kris, yang baru saja dari ruang makan bersama para vampire lainnya.

“Wae?” ucap Luhan polos.

PLETAK!!

“Pabbo, aku yang bertanya.” Ucap Kris kesal.

“Noona, kenapa kau terus di markas kami? Pulang sana ke menara.” Ucap Kris dengan kejamnya pada pimpinannya sendiri.

“Jadi kau mengusirku?” Ucap BoA pelan dengan nada sinis pada Kris.

“Bukannya begitu…” Ucap Kris sambil menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.

“Aku bosan di menara, nanti lama-lama aku berubah menjadi Rapunzel.” Ucap BoA sambil memutar bola matanya. Ia berkata seakan-akan dialah putri cantik yang dikurung di menara tua.

“Kenapa aku punya atasan yang aneh seperti ini…” Gumam Kris pelan, bahkan tak terdengar oleh BoA ataupun Luhan.

“Heh kau siapa?” Ucap Tao yang tiba-tiba datang dari dapur dan langsung menoyor bahu IU.

IU merengut tipis, “tolong aku. Aku diculik Luhan.”

Tao terkekeh menatap IU dan Luhan, “Mwo? Apa dia santapan mu? Pantas saja kau tidak mau minum darah hari ini.” Tao menatap Luhan, meledeknya seperti biasa.

“Bukan itu maksudku. Tunggu saja, nanti jam 12 malam siapa yang akan datang.” Ucap Luhan sambil menyeringai pada Tao.

” Yang datang Sehun ‘kan? Waaah… aku jadi benar-benar merasa kalau kau ini menyukai sehun hahahahaha….” Ucap Tao dengan lepasnya tanpa ia sadari IU bergidik mendengar ucapan Tao yang aneh itu.

Luhan melempar sandal rumahnya ke kepala Tao. Namun dengan gesitnya lelaki garang itu menundukkan kepalanya, menghindari lemparan sandal dari Luhan.

“Heh… sudah sana sana!! Bawa IU ke kamarmu saja. Lama-lama aku bisa-bisa membunuhnya dengan mantaraku atau membuatnya menjadi batu seketika, jika panda ini tetap berada di hadapanku. Aku muak melihatnya.” Ucap BoA mengusir Luhan untuk membawa IU pergi.

“Aku mau menonton televisi, jangan ganggu aku.” Ucap BoA yang seraya meraih remote televisi yang berada di atas meja dan menekan tombol power pada remote kontrol tersebut.

“Haisssh… arraseo.” Gumam Luhan yang kemudian meraih IU menuju ke tangga, kamarnya memang berada di lantai dua –bersebelahan tepat dengan kamar Sehun.

“Ayo…” Luhan menuntun gadis panda itu.

“Noona, memangnya kau tidak punya televisi di menara mu?” Ucap Kris yang tetap saja mengusik BoA.

“Aku hanya televisi hitam putih. Tidak asyik…” Ucap BoA dengan malasnya dan tetap menatap layar televisi.

Kris dengan sempurnanya tertawa mendengar jawaban BoA yang asal ceplos itu.

‘Dasar penyihir aneh,’ ucap IU dalam pikirannya. Luhan menoleh sesaat saat mereka berjalan di tengah anak tanda, lelaki itu menyeringai kepada IU.

“Kenapa?” Tanya IU melihat ekspresi Luhan yang terlihat seperti meledeknya.

“Aku membaca pikiranmu, bodoh.” Ucap Luhan.

“Haisssh…” IU menggertu pelan.

Luhan membukakan pintu dan mempersilahkan IU untuk masuk ke Kamar Luhan yang cukup rapih dan nyaman. Gadis itu duduk di pinggir ranjang kecil dan tubuhya bersandar pada kepala ranjang milik Luhan itu. IU sedikit beringsut menjauhi Luhan, mengingat kini mereka hanya berdua saja. Kalau ada apa-apa IU bisa berlari dari kamar itu.

“Tenang saja, aku takkan menyakitimu sampai jam 12 malam ini. Jadi berdoa saja,” ucap Luhan dengan seringaiaan nya yang terlihat licik.

“Kenapa kau tidak membaca pikiran Chanyeol, apakah ia akan datang menyelamatkanku atau tidak?” Ucap IU dengan ekspresi sinis pada Luhan.

“Aku bisa membaca pikiran orang-orang yang ku sentuh saja,” jawab Luhan dengan wajah polos.

IU hanya ber-oh mendengar fakta dari vampire polos itu.

Mereka berdua menjadi terdiam, hening melingkupi suasana kamar Luhan. Luhan yang duduk di samping IU seakan menerawang sendiri dalam pikirannya. mengingat-ingat sesuatu yang mungkin sempat ia lupakan, namun masih secuil kenangan itu ada di pikirannya.

“Maukah kau jadi mendampingiku, menjagaku?” Luhan mendekati wajah IU, kini mereka saling bertatapan. Sengit, namun Luhan mencoba untuk men-jinakkan gadis yang hanya berjarak beberapa centi darinya itu.

“Apa maksudmu?”

“Sudahlah, kau ini kan gadis-ku 10 tahun yang lalu.” Ucap Luhan dengan nada yang berubah sangat lembut.

“Cih…” IU memutar kedua bola matanya, merasakan aura jengkel saat Luhan dengan gampangnya mengucapkan ‘gadis-ku’.

“Ketika dulu aku membuka hatiku untukmu dan setia menemanimu, kau malah pergi begitu saja tanpa mengucapkan kalimat manis untuk terakhir kalinya padaku. Dan kini kau malah membuatku kesal, sebenarnya apa maumu?”

“Meninggal secara tiba-tiba bukan sepenuhnya hal yang kuminta dalam hidupku, Jieun.” Ucap Luhan lirih, wajahnya menampakkan kesedihan atas memori-memori masa lalunya yang menyakitkan untuk diingat.

“Lagipula untuk apa kau menyelamatkan orang lain, sedangkan kau sendiri kehilangan nyawa?” IU menatap Luhan kesal.

“Lagipula sekarang kau adalah IU sekarang. Bukan Jieun yang dulu hanyalah milikku, saat masih menjadi manusia normal. Sekarang, aku benar-benar tahu apa isi hatimu, kau mencintai Chanyeol bukan?” Luhan masih menatap lembut pada IU.

“Setidaknya berbahagialah, di kehidupan sebelumnya aku pernah mencintaimu.” Ucap IU sedikit meledek Luhan yang sikap nya kini terlihat berubah menjadi sedikit sendu.

Lelaki yang tak bisa ditebak, itulah sifat khas dari Luhan yang IU ketahui sejak dulu.

“Dasar, kau mau meledekku?” Luhan kini dengan santainya mengacak rambut halus IU.

“Lalu, apa motifmu menculikku seperti ini?”

“Sulli,” Jawab Luhan singkat, padat, dan jelas sambil nyengir lebar.

“Apa yang kau ingin kan dari Sulli?” Tanya IU dengan kerutan di dahinya, heran dengan mantan kekasihnya di kehidupan sebelumnya itu.

“Aku ingin dia bersamaku, Jieun!” Ucap Luhan yang kini berubah dengan ekspresi yang dingin kembali.

“Aku yakin kau tak mencintainya, lalu untuk apa?”

“Aku tahu, tapi dia pantas untuk bersamaku.” Ucap Luhan dengan nada yang meninggi.

“Ayolah kau ini tidak mencintainya. Ada namja lain yang akan melindunginya, dan orang itu adalah Sehun.” IU bersungut-sungut mencoba untuk menghapus pikiran jahat Luhan.

“Justru itu!! Jika sehun bisa bersama dengan Sulli untuk selamanya, maka Sehun akan menjadi makhluk yang semakin kuat. Aku tak ingin werewolf menguasai dunia ini!!!” Ucap Luhan dengan menggebu-gebu.

“Tapi ini tak ada hubungannya dengan Sulli bukan?” Tanya IU dengan tampang heran sekaligus penasaran.

“Ada, namun tak banyak yang bisa kau tahu,” jawab Luhan pelan sambil menatap IU sedikit curiga.

***

“Apa yang terjadi?” Tanya Sulli pada Chanyeol yang terlihat panik.

“Sehun, serahkan Sulli pada Luhan sekarang!!” Ucap Chanyeol tanpa basa-basi.

“Apa kau gila?”  Sehun terbelalak dengan ucapan Chanyeol yang terdengar konyool itu.

“IU diculik, hanya Sulli yang diminta oleh Luhan.” Ucap Chanyeol dengan tatapan sungguh-sungguh pada namja putih di hadapannya. “Tapi…” Tiba-tiba wajah Chanyeol berubah bingung.

“Ada apa?” Tanya Sulli, melihat perubahan ekspresi Chanyeol.

“Barusan aku bertemu dengan Krystal. Dan ia pergi menuju markas vampire.” Ucap Chanyeol dengan gugup.

“Bagaimana ini? Aku harus menyusulnya.” Ucap Sulli yang langsung beranjak menuju pintu rumah werewolf itu.

“Tapi, Sulli…” Panggil Sehun, lelaki itu menarik tangan Sulli membuat langkahnya terhenti.

“Aku takkan apa-apa.” Ucap Sulli dengan senyuman manisnya untuk meyakinkan Sehun.

***

“Sebenarnya apa kekuatannya?” Ucap Suho yang terlihat sangat penasaran dengan Luhan, ya topik pembicaraan di tengah-tengah kelima werewolf ini adalah vampire yang memiliki tampang menipu itu.

“Dia bisa membunuh siapa saja kecuali kita -para legend- dengan fikirannya.” Ucap Sehun pelan, semua mendengarkan ucapan Sehun dengan tercengang.

“Sebenarnya vampre lain dan juga dirinya mempunyai kekuatan lain. Namun, yang kutahu memang Luhan lah yang paling kuat dan kekutan itulah yang paling mematikan, aku juga tidak mengerti mengapa. Seharusnya kau bertanya pada Kangta-hyung.” Ucap Sehun yang kini menatap Suho.

Suho berdehem, “Aku merasa sangat bersalah pada kalian.” Ucap Suho kini.

“Untuk apa?”

“Aku tidak bisa menjadi leader yang baik selama ini. Terutama untuk kau Sehun.” Ucap Suho lirih.

***

“Apa kau yakin, Krystal?” Tanya Chanyeol sebelum memencet bel markas vampire yang cukup mewah itu.

Kini Chanyeol dengan sedikit ragu, menatap kedua yeoja yang ada di belakangnya. Setelah beberapa menit Krystal dan Sulli berdebat agar bisa menyelamatkan IU. Kini keputusannya adalah Krystal yang lebih dulu menemui Luhan.

Luhan sangat menggebu menginginkan Sulli, jadi kemungkinan besar untuk menyakiti Krystal kecil. Lagipula krystal adalah sudah menjadi vampire. Sedangkan Sulli, ia tak punya kekuatan apapun. Hanya Chanyeol yang ada kini, jadi Krystal lah yang menemui Luhan terlebih dulu.

Krystal hampir terkejut ketika di hadapannya vampire berwajah polos menatapnya, bahkan sebelum Chanyeol menekan bel rumah.

“Mana Sulli?” Luhan mengalihkan tatapan tajamnya pada Chanyeol, Krystal tahu betapa tajamnya tatapan vampire itu. Tapi demi apapun juga –vampire ini pintar berakting, dia adalah namja yang sangat moody jadi Krystal tak perduli.

Faktanya Luhan seakan bisa membaca tatapan Chanyeol yang sedikit was-was. Chanyeol menghalangi pemandangan Sulli dengan badan tingginya. Lelaki vampire itu mencoba mencuri pandang pada sosok Sulli di belakang Chanyeol.

“Aku akan menyerahkan IU hanya dengan Sulli, bukan Krystal!” Luhan bersikeras, hampir membuat Chanyeol emosi.

Krystal menatap lekat-lekat Luhan dengan sangsi. “Apa kau yakin?”

Luhan menyeringai, tak jelas apa yang ada pikirannya. Sulli hanya bisa memandang kedua vampire itu, miris karena semua orang harus di repotkan olehnya. Bahkan chanyeol tetap bersiaga melindungi tubuh Sulli.

“Kau, tak inginkah berdiskusi denganku?” Ucap Krystal dengan ekspresi datarnya.

Seketika Chanyeol dan Sulli terperangah mendengar ucapan Krystal.

“Baiklah, IU ada di taman. Aku baru saja memborgolnya di atas pohon.” Luhan membuat Chanyeol berlari seketika seraya tangannya menarik Sulli agar menjauh dari markas vampire tersebut.

“Lalu apa yang kulakukan denganmu?” Luhan menelisik Krystal –heran dengannya.

“Aku mencintaimu, Lu…”

***

“Kau harus berhati-hati dengannya, kau harus menjaga Sulli dengan baik.” Ucap IU yang kini sudah berada di tengah-tengah perjamuan makan malam kecil-kecilan yang disiapkan werewolf.

“Ada yang di inginkan dari Sulli. Aku tak mengerti apa itu? Dan yang pasti Luhan ingin menghamcurkan kalian, para werewolf.” IU memandang Sehun dengan serius dan sesekali menatap leader werewolf, menyuruhnya untuk waspada.

“Kalau begitu, aku harus tetap tinggal disini?” Sehun menatap Suho, leader tu memandang meja makan dengan nanar.

“Ya lebih baik kau disini saja,” jawab Suho.

“Lalu bagaimana dengan Sulli? Apa boleh dia juga tinggal disini?” Tanya Sehun lagi.

D.O yang mendengar ucapan Sehun terkekeh pelan, “Kau kira gadis itu tak punya kakak?”

Kai ikut tertawa, menyetujui ucapan D.O begitu pula dengan yang lainnya.

“Sehun, setidaknya aku harus bertanya pada Krystal dulu.” Ucap Sulli seakan menyetujui perkataan D.O.

***

“Apa yang kau mau?” Krystal terpaksa berbaring, terhimpit di atas ranjang kecil milik Luhan, mengingat kini lelaki vampire itu berada tepat di atasnya.

“Kau adalah vampire bukan?” Luhan jelas-jelas menanyakan sesuatu yang sudah ia ketahui jawabannya.

“Apa kau mengenal siapa itu Sehun?” Tanya Luhan lagi dengan tataan lembutnya yang menghipnotis.

“Werewolf,” gumam Krystal pelan.

“Lalu kenapa kau membiarkan Sulli dengannya?”  Luhan memberikan seringaian mematikannya.

“Maksudmu, aku harus menjauhkan mereka berdua?”

“Apa kau tak kasihan dengan Sulli? Dia akan bernasib sama sepertimu, menjadi siluman yang mengerikan. Lalu kau akan membiarkan kita sebagai vampire murni akan musnah oleh manusia serigala vampire itu?” Luhan meyakinkan Krystal dengan kata-kata rinci nya yang terdengar jelas.

“Aku harus membawanya pulang ke rumah,” Krystal menampakan wajah terkesiap miliknya, seakan menyadari hal yang selama ini tak ia ingat. Ya dia harus memisahkan dua insane yang sedang kasmaran itu.

“Ya hanya kau yang bisa memnjauhkan mereka, kalau tidak kau sendiri akan kehilangan nyawamu.” Luhan beringsut, menjauh dari atas tubuh Krystal. Ia duduk di pinggir kasurnya sambil terus memandang Krystal.

Krystal bangun, ikut duduk di samping Luhan. Gadis vampire berwajah pucat itu menunduk menatap lantai kamar luhan. Bibirnya bergetar, ia sebenarnya tak yakin. Namun dengan sekali menoleh ia tahu Luhan sedang menatapnya, meyakinkannya.

“Lu, aku mencintaimu.” Krystal menatap Luhan lekat-lekat, sedikit ragu untuk mengatakan hal itu untuk yang kedua kalinya.

Luhan menggenggam hangat jari-jemari Krystal yang ramping, walaupun memang tak ada kehangatan karena mereka sama-sama makhluk yang dingin. “Aku juga… mencintaimu.” Luhan membisikkan pelan ucapannya tepat di telinga Krystal.

Sedikit merinding, dengan balasannya. Namun, jujur saja, Krystal tak tahu apa yang di ucapkan Luhan adalah ketulusan atau bukan?

“Aku tulus mencintaimu…” ucap Luhan seakan bisa membaca tatapan ragu dari Krystal yang terlihat menelisik, mencari kebohongan di mata Luhan.

“Gomawo, Lu…”

To Be Continue

Cinderella, Wolf, and Vampire 05 -‘Pada akhirnya, saudara tiri tetap menjadi saudara tiri.’-‘

Note:
Setidaknya update chap 4 nya gak terlalu lama ya, hehehe. Maafin kalo kurang panjang yaaa, jebaaaal!! *aegyo ala Luhan*. Oh ya, ga ada yang nanyain nih, kenapa Kangta ahjussi gak nongol-nongol dari kemaren?

Coba kalian tebak, apakah Luhan serius nyatain cinta sama Krystal? Lalu kenapa yaaaa Krystal bisa jatuh cinta sama Luhan begitu saja? ‘Kan Krystal udah di panas-panasin sama Luhan, terus gimana ya nasib Sulli dan Sehun?

Ini author malah manas-manasin readers nya, ditunggu ya Chapter ke-5!! Keep Read, Like, and Comment on Cinderella, Wolf, and Vampire 🙂 *bow*

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s