Cinderella, Wolf and Vampire 03: The Firefox

cwv3

Cinderella, Wolf, And Vampire 03: The Firefox

Author
Sinta Rahayu @HSRin

Genre
Fantasy, Romance

Rate
PG-15

All casts
f(x)’s Sulli as Cinderella (Choi Sulli),
f(x)’s Krystal as Cinderella’s Stepsister (Jung Krystal),
EXO’s Sehun as Werewolf,
EXO’s Luhan as Vampire.

Other Casts
All member of EXO-K as Werewolf,
All member of EXO-M as Vampire,
BoA as a Witch,
Kangta.

Special Cast
IU

special cameo, IU

Teaser | (01) | (02) | (03) |

~~~~~~~~

Sehun POV

“Kau bertemu dengannya dimana?” Tanyaku pada Luhan.

Semua vampire kini menatapku dan Sulli secara bergantian.

“Jawab dulu, kau mengenalnya dimana?” Ucap Luhan bersikeras.

“Sehun-ie, dia siapa? Kenapa namja ini aneh sekali.” Ucap Sulli dengan tatapan mata yang takut sambil menunjuk-nunjuk Luhan.

“Lepaskan dia Lu, aku yakin kau akan membuat pergelangan tangannya putus.” Ucapku seraya menarik Sulli perlahan.

“Sehun, aku takut dengan namja aneh itu.” Sulli merasa lega terlepas dari Luhan, dia beringsut dan bersembunyi di balik tubuhku.

“Jangan ganggu dia,” ucapku sambil menghela nafas berat.

Aku bingung dengan keadaan ini. Kris dengan tajam menatap ku. Aku hanya bisa menunduk tanpa berkata apa-apa. Aku tahu ke enam vampire ini bisa saja menyerang Sulli atau diriku sendiri secara tiba-tiba. Apalagi si bocah Luhan itu, dia bisa membuat Sulli mati kesakitan bahkan hanya dengan tatapan matanya saja.

Tao melangkahkan kakinya mendekat ke sampingku. Lebih tepatnya sedikit mendekat ke arah Sulli yang bersembunyi di sampingku. Sulli menggenggam tanganku kuat, dia ketakutan. Aku pun menggenggam tangannya kuat-kuat, berjaga-jaga.

“Apa kau berselingkuh dari Krystal? Hahaha…” Ucap Chen, bisa-bisanya dia tertawa di tengah kegentingan suasana ini.

“Aku ingin pulang…” Ucap Sulli yang berbisik tepat di belakang telingaku.

Aku menoleh padanya sesaat. Aku baru sadar, gadis ini cukup tinggi untuk yeoja seumurannya -hal yang tidak penting untuk dipikirkan. Sulli menarik-narik tanganku. Seprtinya feelingnya cukup kuat untuk merasakan ancaman seperti ini.

“Kau hanya tinggal menjawab…” ucap Tao pelan.

“Aku bertemu dengannya di taman,” akhirnya aku berani menjawab pertanyaan mereka

“Sudah berapa kali?” Tanya Luhan dengan pandangan aneh.

“Sudah dua… ini ketiga kalinya…” Ucapku sedikit ragu. Mata mereka mulai memerah kecuali Luhan yang ku tahu dia sedang bingung dengan situasi seperti ini.

“Kau tahu, dia  terlihat lezat.” Ucap Xiumin dengan senyumannya yang menjijikan.

“Kalian tidak boleh memangsanya!” Ucap Luhan dengan nada sedikit meninggi.

“Kenapa?” Xiumin menatap Luhan tajam.

“Aku membawanya kesini bukan untuk itu.” Ucap Luhan menahan maksud Xiumin.

Kurasakan Tangan Sulli mulai berkeringat di genggamanku. Ia mulai gugup mendengar percakapan yang ia tak mengerti sama sekali. Apa lagi menangkut dirinya. Apalagi ada kata ‘memangsa’ yang disisipkan oleh Luhan. Bagaiamana aku harus menjeaskannya nanti?

“Cepat Tao tahan dia!!!” Ucap Lay pada Tao.

Tao melesat dengan cepat menyergap Sulli. Genggaman tangannya terlepas begitu saja dariku. Tao benar-benar menyergap Sulli dengan kuat. Aku hampir saja berlari menuju Sulli, namun ada tiga vampire yang menghalangi jalanku. Lay, Xiumin, dan Chen seakan menahan ku untuk menolong Sulli.

“Sehun tolong aku!!!” Teriak Sulli keras, aku mendengar sedikit isakan darinya.

Tapi kuyakin ia belum terluka oleh Tao. Tanpa kusangka Luhan menarik Sulli pergi dari cengkraman Tao. Sulli terlempar, gadis itu meringis saat badanya terhempas ke atas lantai. Aku menghampirinya, memgangi bahunya untuk bangun. Sepertinya sedikit sulit, karena Lay, Xiumin dan Chen masih mengelilingiku

“Biarkan dia…” Aku mendengar Kris menggumam kepada tiga vampire yang menatapku dengan tajam.

“Bawa dia pergi!!” Teriak Luhan yang padaku. Ia kini mencoba menahan badan Tao yang jauh lebih tinggi darinya.

Sulli sedikit mendesah, meringis kesakitan. Mungkin punggungnya yang terhempas ke lantai terasa sakit. Aku menatap Sulli ragu, ia mengangguk memastikan bahwa sia baik-baik saja. Segera kugenggam tangannya kuat dan membawa lari gadis ini menuju keluar rumah. Sulli masih terlihat sangat ketakutan.

Namun sesaat langkahku terhenti.

“Arrrgh…. Sakiiiiit.” Aku menoleh, Sulli Jatuh tersungkur ke rumput. Bahkan kami masih berada di halaman rumah vampire. Sulli memegangi kepalanya yang kesakitan. Aku tak mengerti ada apa dengannya. Aku memegang badannya, menyuruhnya untuk mencoba berdiri. Namun seperti yang aku duga ia tak bisa berdiri sama sekali.

Aku melihat sekelilingku. “Sehun… sakit sekali!!” Ucap Sulli sedikit lirih, ia menangis cukup keras.

Hawa yang aneh ku rasakan di sekeliling kami berdua. Ku lihat di ambang pintu Kris berdiri, ia memandang tubuh Sulli dengan mata yang merah. Ini pasti perbuatannya, menyakiti Sulli dengan pikirannya.

“Pergi Kris…” ucapku geram.

Author POV

Sehun menatap Kris dengan geram. Angin kencang perlahan datang. Kris tersentak, ia lupa bahwa Sehun bisa menghancurkan apa saja dengan kekuatannya.

“Sehun… apa yang kau lakukan.” Sulli menyentuh punggung Sehun.

Sehun menoleh dan menghentikkan angin yang telah ia buat.

“Lebih baik kita cepat pergi…” Ucap Sulli sedikit lemah.

Dengan sedikit berat, Sulli menarik Sehun agar menghentikan kekuatannya. Akhirnya Sulli dapat membuat Sehun beranjak dari tempatnya berdiri. Kris hanya menyeringai menatap kepergian mereka berdua. Seharusnya Kris bersukur bahwa dirinya tak hancur.

Sulli yang menghentikan amarah Sehun barusan. Melihat ekspresi dan hawa Sehun yang sangat menakutkan, ia tak ingin terjadi sesuatu pada Kris -yang tentu ia tahu merupakan saudara Krystal. Sulli yang sudah menarik Sehun dengan langkah cepat, kini terhenti. Nafasnya tersengal, begitu pula dengan Sehun. Sulli berbalik menatap Sehun. Ia mencoa diam dan menunggu Sehun untuk bicara, dan menjelaskan padanya mengenai kejadian yang barusan mereka alami.

“Biar ku jelaskan nanti,” ucap Sehun seakan tahu arti dari tatapan mata Sulli padanya.

“Lebih baik kita ke tempat Hyung-hyung ku.” Sehun menuntun Sulli berjalan. Sulli hanya menurut dan mengekornya dari belakang. Tangan Sulli terasa masih berkeringat di dalam genggaman Sehun. Sehun berhenti dan menoleh pada nya.

“Maafkan aku.” Ucap Sehun hampir tak terdengar.

“Untuk?” Tanya Sulli sambil mengerutkan keningnya.

“Kejadian tadi, yang mungkin seumur hidupmu baru kali ini kau melihat dan merasakannya.” Ucap Sehun lirih, wajahnya terlihat sangat bersalah.

“Tak apa. Aku malah merasa tertarik, sejak dulu aku tak pernah tahu apa-apa tentang dunia luar. Apapun yang akan kau jelaskan nanti, pasti akan aku maklumi.” Ucap Sulli dengan senyuman dan tatapan yang sangat tulus.

“Oh ya??? Apa ada yang sakit?” Tanya Sehun seakan tersadar bahwa tadi ia hampir saja lebih lama kesakitan karena Kris.

Sehun menatap Sulli sangat dekat. Bahkan gadis di hadapannya itu terlihat sangat lembut dari dekat. Sulli hanya menggeleng mendengar pertanyaan Sehun yang sangat khawatir.

“Aku yakin akan menghancurkannya, jika ia melakukan hal seperti itu lagi padamu.” Ucap Sehun yang terlihat masih geram kepada Kris.

“hhh….” Tiba-tiba Sulli terlihat memegang lehernya.

“Ada apa?” Tanya Sehun yang panik, ia merengkuh Sulli dan menatap matanya.

“A-aku… tak bb-bisa bernfas hh…” Ucap Sulli terbata-bata.

Gadis itu hampir terhuyung, Sehun memegang badannya agar Sulli tidak terjatuh.

“Sial!!” Sehun mengumpat, untuk kedua kali ia berdiri dan menatap ke sekelilingnya. Ia tahu ini perbuatan seseorang. Seseorang yang pastinya tak menyukai kehadiran Sulli.

“Kau mencariku?” Tanya seorang wanita yang kini tertawa di samping Sulli.

Sulli sudah berbaring sampai menggeliat diatas tanah yang kotor. Sulli seakan-akan hampir sekarat oleh wanita yang kini berdiri di sampingnya.

“Apa yang kau lakukan BoA?” Tanya Sehun

“Apa yang ku lakukan? Hahahaha…” Tanya BoA dengan tampang menyebalkan.

“Cih… pergi kau dari sini.” Ucap Sehun seraya merangsek, merengkuh Sulli.

“Jadi ini belahan hatimu?” Ucap BoA sambil menelisik sosok Sulli yang masih terlihat kesulitan bernafas, bajunya sudah kotor dengan tanah.

“…” Sehun hanya menatap tajam wanita yang menurutnya menyeramkan itu.

“Aku akan membuatnya menjadi seorang penyihir cantik…” Ucap BoA sambil terkekeh dan menjentikkan jarinya.

Seketika Sulli mengerang dengan kerasnya dalam dekapan Sehun. Sehun tak bisa menahan emosinya. Namja itu berdiri, meninggalkan Sulli untuk berbaring sementara. Ia menatap BoA dengan sangar, saat itu juuga angin berhembus. Angin bersemilir pelan di sekeliling BoA. Semakin lama angin tersebut mengencang, bahkan terasa memutar mengelilingi tubuh BoA. Seakan mengepungnya, BoA baru sadar inilah kekuatan Sehun. Sangat jarang serigala itu mengeluarkan kekuatannya yang bahkan sepuluh kali bertambah saat bergabung menjadi vampire.

BoA panik, tak tahu harus melakukan apa. Penyihir ini merasa otaknya blank, ia tak ingat lagi ingin mengucapkan mantra apa. Namun seketika angin kencang itu berhenti.

“Aku tak ingin menyakitimu, noona” Sehun kembali  dengan hormatnya menghentikan semua kekuatannya pada wanita penyihir itu.

“Kenapa?” Tanya BoA sesantai mungkin, walaupun nyatanya ia sangat gugup.

“Karena aku tak ingin Kangta-hyung marah padaku.” Ucap Sehun.

Sehun berbalik dan menghampiri Sulli yang menatapnya kosong. Ia menatap Sulli, memastikan apa ada yang terluka. Tapi, bahkan Sulli tak terlihat mengeluarkan darah sedikitpun.

“Ayo kita pergi dari sini,” Sehun mengguncang pelan badan Sulli.

“Kau bisa berjalan atau perlu ku gendong?” Tanya Sehun lagi. Namun Sulli sama sekali tak menjawab pertanyaannya.

BoA yang masih berdiri di belakang, tak jauh jaraknya dari mereka tetap berniat untuk me-mantrai gadis itu. Badan Sulli tiba-tiba terangkat dengan sendirinya. Sulli bahkan terlihat diam saja, seperti tak bisa memberontak sama sekali. Badan gadis itu berjalan melayang menuju, tepat di depan dimana BoA berdiri dengan posisi yang tetap angkuhnya.

“Apalagi yang kau mau?” Ucap Sehun sambil mendesah frustasi. Kesal dengan kelakuan BoA yang bahkan tadi bisa saja ia sakiti atau mungkin mati.

***

Krystal tercekat, ia bangun kesiangan dan mendapati dirinya seorang diri di rumah. Gadis itu berpikir kemana Sulli pergi. Yang ia takutkan adalah Kris akan melakukan sesuatu pada Sulli. Walaupun Kris adalah saudaranya sendiri tapi tentu saja Krystal tahu bahwa namja itu bukan manusia. Ia takut hal yang menimpanya akan menimpa Sulli juga.

Krystal beranjak menuju kamar mandinya dan mandi secepat mungkin. Ia berganti baju dan sejenak berpikir. Ia memiliki firasat buruk terhadap Kris. Apa yang diucapkan oleh Kris kemarin mengenai Sulli yang menurutnya ‘menarik’ membuatnya yakin bahwa Kris lah yang membawanya pergi.

Gadis itu keluar seraya terburu-buru memakai jaketnya. Tak lupa ia mengunci pintu rumah mewah Sulli dan berlari menuju hutan. Yang ia tuju sekarang adalah markas vampire, dimana Kris tinggal. Ia berlari secepat yang ia bisa. Terlalu khawatir, memang. Ia salah karena selalu mengabaikan ucapan Sulli. Walaupun kemarin gadis itu bilang padanya, bahwa akan pergi menemui pangerannya. Tapi tetap saja di pikiran Krystal sekelebat wajah Kris yang menyeramkan terlihat.

Setengah jalan ia bisa mendengar suara jeritan. Itu pasti suara Sulli, pikir Krystal. Ia berlari menuju ke arah suara itu. Terdengar suara Sulli yang masih sedikit terisak. Krystal terdiam sesaat di tempatnya berdiri. Terlihat di atas langit gulungan angin yang sangat dahsyat, membuatnya terperangah. Setelah angin itu berhenti, Krystal berlari menuju arah pusat pusaran angin tadi.

Krystal membulatkan matanya melihat badan Sulli yang melayang di udara, dan melihat BoA yang berdiri menatap tubuh Sulli.

“Apalagi yang kau mau?” Teriak Sehun.

Krystal menoleh melihat sosok tinggi Sehun disana. Ia awalnya berpikir bahwa Sehun lah yang menyerahkan Sulli pada BoA. Tidak, melihat eksoresinya yang menatap Sulli khawatir dan berteriak pada BoA seperti itu, tak mungkin dia yang menyerahkan Sulli ke tangan BoA. Krystal masih diam, tak ada yang menyadari kehadiran nya disini.

“APA YANG KAU LAKUKAN!!!” Krystal akhirnya memunculkan wujudnya tepat di depan BoA. Lebih tepatnya lagi di depan tubuh Sulli yang kini masih melayang-layang.

“Ah… ada putri cantik disini. Kau mau menyelamatkan anak ini? Atau mau membantu kekasihmu saja?” Tanya BoA dengan wajah angkuh yang sangat menyebalkan bagi Krystal.

“Dia adik tiriku, lepaskan dia!!” Ucap Krystal tak gentar dengan ucapan BoA.

“APA? Dia adik tirimu?” Tanya BoA tak percaya, bahkan BoA menurunkan Sulli ke permukaan tanah, mendegar pengakuan Krystal.

“Sehun, ayo cepat bawa dia pergi dari sini!” Bisik Krystal pada Sehun yang berada di belakangnya.

Sehun sesaat terperangah juga mendengar kenyataan yang ia dengar dari mulut Krystal. Sebelumnya ia sama sekali tidak tahu bahwa Sulli adalah adik tiri Krystal. Sehun langsung menghampiri Sulli yang tatapannya terlihat kosong menatap lurus ke arah langit. Sehun mengangkat gadis yang badannya terlasa lemah itu. Sehun pergi dari tempat itu. Tanpa sepatah katapun, meninggalkan Krystal sendirian menghadapi BoA.

Hening sesaat, BoA membiarkan Sehun membawa pergi Sulli begitu saja. Padahal barusan ia begitu terlihat bernafsu ingin membawa Sulli pergi dan menjadikannya seorang penyihir.

“Kalau begitu, kau yang akan aku jadikan penyihir.” Ucap BoA dengan pandangan mata yang tetap lurus menatap Krystal.

Krystal membeku di tempat mendengar ucapan BoA. “Memangnya kenapa? Tidakkah kau takut akan ada yang lebih kuat darimu?” Ucap Krystal setenang mungkin.

“Aku akan pensiun sebentar lagi.” Ucap BoA tanpa memikirkan kata yang benar untuk dirinya sendiri. Krystal tergelak, tertawa mendengar kata ‘pensiun’ yang di ucapkan oleh BoA.

“Kenapa? Memangnya kau pegawai sipil?” Ucap Krstal yang masih tertawa.

“Aku bahkan lebih penting dari pada pegawai sipil,” ucap BoA sambil menyeringai remeh dengan tampang angkuhnya.

“Aku sangat dibutuhan untuk anak buahku, para vampire yang tampan-tampan itu. Aku Juga sangat penting untuk Kangta. Berarti untuk serigala-serigala manly, aku juga sangat dibutuhkan.” Ucap BoA dengan bangganya.

“Apa yang kau maksud?”

“Jika ada pengganti, maka aku bisa tenang.” Tandas BoA lagi.

“Aku tak perduli padamu, pergi sana.” Ucap Krystal seraya berbalik menuju jalan yang baru saja Sehun lalui saat membawa Sulli pergi.

“Tidak semudah itu,” Ucap BoA. Tangan wanita penyihir itu terangkat di udara, matanya menerawang pada tubuh Krystal. Ia menyadari sesuatu dari diri Krystal.

“Kau bukan manusia biasa…” Ucap BoA pelan.

“Apa masudmu?” Tanya Krystal sambil merintih. Lehernya terasa tercekik.

BoA memang sangat jago dalam hal menghentikan nafas manusia atau siapapun yang ingin ia bunuh. Dan ini merupakan salah satu yang paling ditakuti oleh Sehun.

“Kau keturunan bangsawan…” Ucap BoA seakan membaca riwayat hidup Krystal.

“Tapi, kenapa ibu mu membawa semua harta dari ayah Sulli?”

“Cih benar-benar licik.”

Krystal hanya terdiam sambil memegangi lehernya yang tercekik karena ulah BoA. Tidak terlalu sakit memang. Tapi jika dibiarkan ber jam-jam mungkin dia akan sekarat di tempat.

***

“Penyihir itu lagi, untuk apa dia membuat gadis itu kesakitan? Aku takkan membiarkan nya membunuh makhluk hidup lagi.” Ucap seorang gadis yang bersembunyi di balik pohon yang sangat tinggi.

Gadis itu perlahan merubah wujudnya menjadi seekor binatang kecil, hampir seperti kucing. Gadis itu adalah siluman. Ia seperti beruang, namun berkepala mirip seperti serigala. Namun dengan wujud yang sangat imut. Gadis yang telah berubah wujud itu, kini berlari dan keluar dari persembunyiannya. Tanpa BoA sadari, gadis itu berlari menuju tempat dimana BoA berdiri. Dengan sekuat tenaga ia menggigit kaki BoA yang ramping itu.

“YAAAAAAAK!!!!!!” BoA berteriak sekencang mungkin.

Ia melihat sekeliling di bawah kakinya. Dan menemukan seekor binatang berbulu berwana merah.

“Apa yang kau lakukan??!!!” Ucap BoA sambil menunjuk-nunjuk hewan tersebut.

Krystal mendapat kesempatan untuk lari dari tempat itu. Krystal berlari menuju sebuah rumah dua lantai yang merupakan markas Serigala. Ia yakin barusan Sehun menuju ke rumah ini. Jadi, ia bisa melihat keadaan Sulli. Hewan yang ditunjuk-tunjuk BoA itu mencoba lari, kabur dari BoA. Karena BoA kaget dan shock, ia membiarkan hewan imut itu pergi begitu saja.

BoA menatap kakinya yang terluka. Namun ia mendongak dan tersadar, ia telah membiarkan Krystal pergi karena shock akan hewan yang menggigitnya itu.

“Sial!!” Ucap BoA dengan nada yang sangat kesal.

Hewan imut itu, kini menyusul dengan cepat di belakang Krystal. Mereka sudah sampai di halaman depan rumah para serigala.

“Kau ini apa??” Teriak Krystal yang kaget karena hewan-siluman-itu mengikuti Krystal.

“Ada apa Klee, kenapa berteriak?” Tanya Sulli, disusul Sehun dari belakangnya.

Hewan imut itu berbulu tebal berwarna merah kecoklatan, sedangkan kakinya berwarna hitam. Mukanya berbentuk bulat berwarna putih dengan garis merah kecoklatan dari mata ke mulutnya. Buntutnya panjang dengan duabelas cincin merah dan coklat-muda berselang-seling. Hewan itu hanya sebesar kucing, namun bagian kuping dan kepalanya mengingtakan akan sosok serigala.

Para werewolf keluar melihat Sehun dan Sulli yang tak kunjung masuk.

Tiba-tiba Chanyeol yang terlihat bahagia -selalu bahagia- menunjuk hewan yang sedang berhadapan dengan Krystal.

“Ada apa?” Tanya Krystal dengan tampang kesal melihat kebahagian Chanyeol.

“Ah, akhirnya kita bertemu lagi.” Ucap Chanyeol seraya mengambil hewan itu. Mengendongnya bahkan mendekap dalam pelukannya.

“Kau ini sedang apa?” Ucap Baekhyun yang menghampiri Chanyeol dan memukul kepalanya.

“Wae?” Tanya Chanyeol, sambil merengut karena dipukul pelan oleh Baekhyun.

“Kau mau membuat dia mati?” Ucap Baekhyun sambil menunjuk si imut yang masih di dekap oleh Chanyeol.

“Klee, dia ini Panda merah.” Ucap Chanyeol dengan tampang sok imut pada Krystal, padahal orang yang diajak bicara menatap aneh pada Chanyeol.

Krystal hanya ber-oh ria, mendengar penjelasan Chanyeol. Panda merah itu menggeliat-geliat, terlihat memberontak di dalam dekapan Chanyeol. Seperti tidak suka dipeluk oleh Chanyeol.

“Dia yeoja-ku.”

“Mwo???” Krystal membulatkan matanya tak percaya dengan ucapannya.

Sulli yang penasaran dengan panda merah yang di gendong oleh Chanyeol akhirnya mendekat. Gadis polos itu, mencoba mengelus-elus panda itu. Chanyeol terkekeh melihat tingkah Sulli.

“Kau yakin panda itu nyaman denganmu?” Tanya Sehun dengan pandangan meledek.

“Sudah lebih baik tak usah hiraukan dia,” ucap Suho dari ambang pintu rumah. Ucapan Suho yang justru tak didengar oleh para serigala.

Mereka malah mendekati Chanyeol, dan menganggap apa yang digendongnya adalah tontonan.

“Sepertinya ia tak suka kau gendong seperti itu,” ucap Kai sambil menunjuk-nunjuk panda itu.

“Ah… tidak mungkin, aku sudah pernah bertemu dengannya.” Ucap Chanyeol sambil terkekeh.

“Aku rasa dia… siluman,” ucap Sehun menelisik.

Ekspresi Chanyeol berubah sedikit gugup, namun tetap nyengir lebar seperti biasanya.

“Coba lepaskan dia!” Ucap Sulli memerintah sambil menatap Chanyeol polos, lebih tepatnya menuntutnya.

Chanyeol dengan berat hati melepaskan panda merah itu. Panda merah itu berlari menuju tempat yang lega, menjauh dari kerumunan yang menontonya.

“Dia itu… sebenarnya…” Gumamnya Chanyeol pelan sambil menggaruk tengkuknya.

Panda merah itu tiba-tiba berkelebat membentuk bayangan hitam, dan berubah menjadi sesosok perempuan yang terlihat manis.

“Whoaa, benar apa yang kubilang dia itu siluman kan? Seperti kita!!” Ucap Sehun yang terperangah kaget, dan seakan heboh sendiri.

Krystal terperangah melihat perubahan wujud panda merah yang barusan menyelamatkannya dari BoA. Serasa bodoh ia menatap gadis cantik itu.

“Kau, berarti kau yang menyelamatkanku?” Ucap Krystal mendekati gadis itu.

“Betul sekali. Perkenalkan, namaku IU.” Ucap gadis manis itu seraya mengulurkan tangannya pada Krystal.

Dengan sedikit ragu, ia membalas uluran tangan gadis yang bernama IU itu. “Namaku Krystal, Kamsahamnida.”

“Kamsahamnida, karena telah menyelamatkanku barusan. Apa kau tidak terluka?” Ucap Krystal.

“Tidak apa-apa, setidaknya dia bisa aku atasi.” Ucap IU dengan senyuman manis.

Chanyeol sedikit heran melihat IU yang berkomunikasi secara baik dengan Krystal. “Kalian bertemu dimana?” Ucap Chanyeol, yang membuat IU dan Krystal menoleh padanya.

IU menatap Chanyeol tajam. “APA YANG KAU LAKUKAN BARUSAN!!! Kenapa kau memelukku sembarangan, kau kira aku peliharan yang bisa kau gendong seenaknya!!!??” Ucap IU yang seratus persen berubah menjadi garang saat berhadapan dengan Chanyeol yang hanya bisa nyengir menatapnya.

“Aku kan merindukanmu…” Ucap Chanyeol pelan.

Semua orang yang ada disitu menatap Chanyeol dengan pandangan sinis -___-

***

“Jadi kau tinggal dimana?” Tanya Krystal yang sudah mulai akrab.

“Di pohon.” Ucap IU singkat.

“Mwo? memangnya nyaman tinggal di pohon?” Tanya Krystal memandang IU dengan tatapan aneh.

“Tentu saja,” ucap IU sambil tersenyum lebar.

“Lebih baik kau pindah saja dari rumah pohon mu itu,” ucap Chanyeol dengan senyuman menggodanya.

“Lalu aku pindah kemana?” Tanya IU memandang Chanyeol yang sudah duduk di sebelahnya.

“Ke rumahku,” ucap  Chanyeol sambil menyeringai cukup manis.

PLAK!! PLAK!! PLAK!!

~~~

 

“Namanya siapa? Apa dia menyukaimu?” Tanya Krystal pada IU yang baru saya melakukan adegan sadis. Krystal memang belum begitu mengenal para serigala ini, yang ia tahu hanya Sehun.

Krystal menatap Chanyeol sambil ikutan meringis, ia tahu dipukul menggunakan buku sejarah yang tebal sangatlah sakit.

“Chanyeol. Menyukaiku? Mungkin dia cukup gila,” ucap IU dengan sadisnya.

“Kau itu imut kenapa sadis seperti ini?” Ucap Suho yang tercengan melihat Chanyeol, anggota nya di siksa oleh seorang gadis-panda merah yang terlihat manis.

“Apa yang katakan?” Tanya IU sinis, Suho tercekat dan mundur seketika diantara kedua gadis itu.

Di balkon lantai dua rumah itu, dengan nyaman-nya Sulli duduk seraya memandang pemandangan hutan yang terlihat asri dan bersih. Ia terlihat menikmati angin yang berhembus pelan menerbangkan anak rambutnya.

Sehun hanya tersenyum memandangnya dari samping. Sejak tadi mereka belum berbicara dengan serius, Sulli terlihat tidak terlalu mempermasalahkan apa yang ia alami hari ini.

Sehun bergeser duduk mendekati Sulli. Ia mengelus puncak kepala gadis itu pelan.

Sulli menoleh, menatap Sehun. “Ceritakanlah sekarang…” Ucapnya pelan.

“Aku adalah manusia serigala…” Ucap Sehun sambil menatap lekat bola mata Sulli.

Sehun menunggu respon gadis itu, namun Sulli hanya diam menunggu Sehun bercerita kembali. Gadis itu sama sekali tidak kaget dengan pengakuan Sehun.

“Aku dan lima hyungku yang tinggal disini, semuanya adalah werewolf. Kami memang memiliki kekuatan berlari dan berburu seperti serigala. Namun Kangta hyung ketua tertinggi kami sebenarnya merekrut kami untuk menjadi penyelamat bumi ini.”

“Superhero?” Ucap Sulli pelan memotong ucapan Sehun dengan polosnya.

Sehun terkekeh, “ya mungkin bisa dibilang seperti itu.”

“kami sebenarnya ada 12 orang. 12 pahlawan yang dibagi dua. Wanita penyihir tadi bernama BoA, dialah yang merubah kami dari manusia biasa sampai mempunyai kekuatan. Namun, BoA meminta Kangta agar 6 orang dari kami menjadi miliknya, dan ternyata wanita itu merubah mereka menjadi vampire.”

“Lalu, aku dihukum dan berubah menjadi vampire. Aku tak mengerti bagaimana bisa ada hal semacam ini, tapi memang kenyataannya aku adalah serigala-vampire.”

Tiba-tiba Sulli menatap Sehun tajam, “Lalu bagaimana dengan Krystal? Kenapa aku baru tersadar sekarang, dia sebenarnya bukan manusia biasa lagi bukan?”

Sehun mengangguk pelan.

“Kenapa bisa begini?” Tanya Sulli dengan wajah panik.

“Aku juga tak tahu detailnya, tapi leader dari vampire merupakan saudara Krystal.” Ucap Sehun.

“Maksudmu Kris?” Ucap Sulli terperangah, tak menyangka bahwa Kris adalah leader vampire.

“Kau mengenalnya?”

“Ya, dia datang ke rumah ku kemarin sore.” Ucap Sulli dengan tatapan menerawang.

***

“Sebenarnya apa maumu membawanya kesini, huh?” Ucap BoA yang kini memarahi Luhan. Lelaki itu hanya menunduk tak berani menjawab apapun yang ditanyakan oleh BoA.

BoA mengetuk-ngetuk hak sepatu nya yang tingginya mencapai 10cm itu. Luhan hanya menuduk menatap lantai yang sejak tadi menjadi pelampiasan amarah BoA. Jika sedang marah seperti ini, siapapun akan takut termasuk Kris -leader vampire.

“Kau tahu, aku benar-benar heran denganmu. Kau yang mengadukan tentang Sehun dan Krystal, lalu kau membawa gadis itu datang kemari. Namun, kau juga yang membantu Sehun agar membawa kabur gadis itu.” Ucap BoA  sambil menunjuk-nunjuk Luhan tanpa ampun, seakan melayang-layangkan lengannya untuk menghukum lelaki vampire itu.

“Mianhe…”

“Mianhe??? Kau bilang Mianhe? Untuk apa? Apa kau mau aku asingkan ke dunia manusia, huh?” Ucap BoA yang emosi nya sudah mendidih mencapai ubun-ubun.

“Namun, aku berterima kasih. Akhirnya aku tahu mengapa dulu Sehun mendekati Krystal. Cih… pintar sekali bocah itu ingin mendekati putri bangsawan.” Ucap BoA sedikit bergumam, namun masih sangat terdengar jelas di dalam jangkauan indera pendengaran Luhan. Emosinya sedikit meredam kini.

“Jadi…” Luhan terperangah dan mendongak menatap BoA kaget.

“Ya, dia adalah putri bangsawan.” Ucap BoA dengan tatapan muak memandang kosong dinding ruangan kamar Luhan.

“Seharusnya aku sudah sadar sejak dulu.” Ucap BoA dengan tatapan menyesal.

“Tapi apa yang Sehun inginkan dari Krystal?” Ucap Luhan dengan ragu.

“Kau tahu 6 werewolf itu tidak bisa menyerang manusia atau memakannya sembarangan. Mereka adalah makhluk pemilih, maka dari itu mereka menjadi vegetarian bahkan jarang memakan daging hewan. Mereka akan menyerang manusia hanya dengan maksud tertentu.” Ungkap BoA.

“Lalu?”

“Sehun mengetahui bahwa Krystal adalah putri bangsawan. Daging dan darah manusia seperti Krystal itu dapat merubahnya kembali seperti manusia.”

“Tapi bukankah sekarang dia adalah serigala-vampire, apakah masih mungkin untuknya berubah menjadi manusia?” Tanya Luhan yang semakin penasaran.

BoA duduk di sofa dalam kamar Luhan dan menopangkan dagunya dengan tangannya yang berada di lengan sofa.

“hh… itulah yang tak aku mengerti Luhan. Belum ada di dunia ini serigala-vampire seperti Sehun. Salahku mau menghukumnya seperti itu. Seharusnya dia kubuat murni menjadi vampire.”

‘Tapi menurutku, itu takkan bisa terjadi.”

“Kenapa?” BoA menoleh kepada Luhan yang kini beranjak menuju sampingnya.

“Vampire adalah makhluk kekal, yang tak bisa berubah lagi. Mungkin banyak kemungkinan jika ia masih murni menjadi Serigala, tapi untuk sekarang? Kurasa tidak.” Ucap Luhan.

BoA terkekeh mendengar ucapan Luhan. Wanita penyihir itu menepuk pundak Luhan, “Kau sangat pintar Lu.”

Luhan hanya tersenyum tipis mendengar pujian dari BoA, matanya menerawang menatap lantai. Sementara BoA bangkit dari sofa dan menatap Luhan.

“Kali ini kau ku maafkan. Tapi lain kali, aku tak tahu.” Ucap BoA dengan penekanan.

Luhan tersenyum tulus, ” Gomabseumnida noona.”

“Turunlah, Kris sepertinya baru saja membawa persediaan darah segar. Apa kau tidak mau? Aku sudah mencium aromanya yang menggiurkan.” Ucap BoA sambil menyeringai menggoda Luhan.

“Nanti aku turun.” Ucap Luhan pelan. BoA hannya mengangguk dan meninggalkan Luhan di kamarnya sendiri.

Luhan masih terdiam merenung di sofanya. Ia menerawang. Merasa ada yang aneh. Sehun, Sulli, dan Krystal mungkin bukan makhluk biasa yang bisa dihadapi dengan mudah.

***

“Aku mau pulang sekarang,” Ucap IU yang membuat semua orang yang berada di meja makan menoleh.

“Kenapa pulang lebih baik makan saja disini dulu,” Ucap Suho dengan ramah.

“Nanti teman-temanku menunggu,” Ucap IU pelan.

“Memangnya kau masih punya teman?” Ucap Chanyeol pelan

“Apa maksudmu…” Ucap IU pelan pada Chanyeol, sesaat kemudian gadis itu menundukkan kepalanya dalam.

Setetes air bening turun dari pelupuk matanya. Pipinya basah, IU menangis pelan.

“Kau membuatnya menangis.” Ucap Krystal pela seraya menatap Chanyeol tajam.

Chanyeol yang duduk langsung bangkit dari kursinya, menghampiri IU dan bahkan merengkuhnya.

“Mianhe, sudah kubilang tinggalah disini sayang.” Ucap Chanyeol, IU hanya membalasnya dengan isakan kecil yang terdengar dari dalam dekapan Chanyeol.

“Aisssh… jangan pacaran disini, lebih baik kau membawanya jalan-jalan keluar.” Ucap D.O dengan sinisnya.

“Kajja…” Ucap Chanyeol pelan sambil merangkul IU menuju pintu rumah.

“Bawa dia jalan-jalan ke sungai!!” Teriak Baekhyun kemudian.

“Apa maksudmu?” Tanya Sehun melongo.

“Anni….”

?

“Tapi, sebenarnya dia kenapa?” Tanya Sulli kemudian sesaat setelah Chanyeol dan IU benar-benar pergi.

“Aku juga tidak tahu. Aku juga tidak tahu kapan Chanyeol dekat dengan panda merah itu.” Ucap Suho sambil menggaruk tengkuknya seperti orang linglung.

“Kau memang leader yang tidak perhatian,” ledek Baekhyun.

“Kau sendiri, memangnya tahu?” Ucap Suho sambil memndang Baekhyun sinis. Baekhyun hanya menggeleng pelan menjawabnya.

“Haisssh… dia itu sangat pintar menyembunyikan rahasia.” Ucap D.O sambil menyeruput segelas es jeruk di tangannya.

“Tadi, aku berbicara banyak dengan IU.” Ucap Krystal pelan dengan wajahnya sendu yang tiba-tiba keluar, menggantikan tampang jutek yang biasanya.

“Wae?” Ucap Sulli penasaran.

“IU dan teman-temannya tinggal di sebuah rumah pohon. Tapi naasnya, suatu ketika para vampire datang dan menghisap darah mereka tanpa tersisa sehingga mereka semua mati. Jadi, kini tinggalah IU sendiri di rumah pohon itu. Walaupun begitu IU tetap menganggap mereka ada.” Krystal menghela nafas, merasa sedih dengan apa yang ia ceritakan barusan.

“Chanyeol yang melihat IU menagis saat ia mengubur abu teman-temannya sendirian, mencoba menghiburnya. Jadilah mereka dekat, namun sepertinya IU tidak terllu menyukai Chanyeol mengingat mereka berdua dari jenis yang berbeda.” Ucap Krystal kini mengakhiri ceritanya.

“Kasihan sekali,” ucap Baekhyun.

“Krystal Jung!!!” Ucap Sulli dengan sedikit membentak, ia berdiri dan memandang Krystal dengan tajam.

“Ada apa?” Ucap Krystal yang kaget, sama seperti para werewolf yang ada diruangan itu.

“Jangan pernah tinggalkan aku sendirian lagi, Kau tahu??!!” Ucap Sulli dengan wajah sinis namun tetap terlihat polos, dia mengerucutkan bibirnya.

Semua lelaki werewolf di tempat itu seketika tertawa mendengar ucapan Sulli. Sedangkan Krystal hanya tersenyum tipis san memandang Sulli dengan tatapan aneh.

***

“Kenapa kau tidak mau?” Ucap Chanyeol yang kini mengusap pipi IU yang masih basah karena air mata nya yang terus meleleh. Kini mereka duduk di pinggir sungai. Suasananya cukup terang disini, walaupun senja sebentar lagi akan tiba.

“Kita berbeda, lalu untuk apa aku tinggal di rumahmu?” Ucap IU pelan dengan sedikit isakan yang masih tersisa.

“Aku selalu khawatir jika kau bertemu dengan para vampire itu, aku selalu gelisah.” Ucap Chanyeol pelan.

Keadaan IU sudah mulai tenang sekarang. Namun permintaan Chanyeol untuk tinggal di markas serigala sangat sulit untuk ia setujui.

“Jika aku mati, tak apa. Aku akan menyusul teman-temanku.” Ucap IU yang terlihat pasrah dan memandang Chanyeol dengan nanar.

“Apa maksudmu? Aku mencintaimu sayang, sungguh.” Ucap Chanyeol dengan yakin, ingin merengkuh gadis itu dengan pelukan hangatnya.

IU menghindar dan menjauhi Chanyeol yang akan memeluknya.

“Eoh… Bilang pada yang lain, aku sudah pulang.” Ucap IU sambil bangkit dan berjalan menuju jembatan yang melintasi sungai yang cukup deras.

Chanyeol bangkit dan menatap punggung gadis yang dicintainya. Ia menggumamkan nama IU pelan benar-benar sulit untuk membujuk gadis ini agar tinggal dengannya.

Chanyeol terbelalak. “IU…!!!” Ia meneriakan namanya melihat gadis itu di tertarik oleh sesuatu, seakan-akan tersedot menuju suatu tempat yang gelap di dalam hutan.

Chanyeol berlari dengan cepat, mengikuti arah seseorang -yang ia pastikan adalah vampire- masuk menuju hutan yang cukup gelap.itu

“Apa yang kau mau?” Ucap Chanyeol yang kaget dengan lelaki yang sudah menjerat IU dengan lengannya.

Chanyeol shock melihat IU yang sudah tak sadarkan diri. Ia memandang lelaki bermata merah di hadapannya dengan tajam.

“Tenang saja dia belum mati.” Ucap lelaki yang bisa membaca pikiran Chanyeol.

“KATAKAN APA MAUMU???” Ucap Chanyeol yang sudah membuat ancang-ancang akan amarahnya yang bisa membuatnya berubah menjadi serigala seketika.

“Sulli,” ucap lelaki vampire itu singkat.

“Kau gila Luhan?” Ucap Chanyeol sambil menatap vampire -yang bernama luhan- frustasi.

“Mungkin kau ingin melihat gadis ini menjadi abu?” Ucap Luhan sambil menyeringai puas.

“Kubunuh kau…” Ucap Chanyeol dengan geram.

“Eoh? Beranikah kau?” Ucap Luhan dengan tatapan meremehkan, “Bawa Sulli kepadaku, maka firefox ini akan aman.”

To Be Continued

Thank you 🙂

firefoxNote
Hai, makasih ya udah baca nungguin ff aku. Silahkan kalian menebak apa yang akan Chanyeol putuskan untuk pujaan hatinya itu. Aku lagi pengen ngeliat panda merah nih, abis imut banget. Terus kepikiran deh buat siluman imut ini, dan aku miluh castnya IU. Semoga chapter ini gak mengecewakan yaaaah 😉

Advertisements

4 thoughts on “Cinderella, Wolf and Vampire 03: The Firefox

  1. daebak banget ff nya ^^ kayaknya si chanyeol bakalan milih nyelametin IU,terus nanti sulli dikasihin Luhan, habis itu di markas werewolf geger (?) *sok tahu :p
    sampe chapter berapa ff ini thor?

  2. bener-bener keren ff nya
    suka couple nya iu-chanyeol deh, terus perannya sulli cocok banget sama mukanya yang imut dan polos itu 🙂
    kalo menurutku sih kayaknya chanyeol nggak akan ngasih sulli tapi dia juga akan nyelametin iu, tapi nggak tau jga sih, cuma sudut pandangku aja.
    tapi aku harap author-nim bikin yang lebih hebat dari ini! keep writing ><

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s