Please Don’t Go…

pleasedontgo1

Tittle: Please Don’t Go…

Author: Sinta Rahayu @HSRin

Genre: Romance, AU, Friendship

Length: Chapter

Casts: Kim Taeyeon, Hwang Tiffany, Lee Donghae, Cho Kyuhyun, Im Yoona

Other Casts: Temukan sendiri

Note:  Aku suka Taeny couple, tapi disini aku buat mereka berdua akan menjadi rival yang memperebutkan Donghae hahaha. Typo dimana-mana, comment sangat dibutuhkan. Kalo gak komen? mungkin tidak dilanjutkan.

Selamat membaca 🙂

Taeyeon melangkahkan kakinya dengan terburu menuju sebuah perpustakaan, tempat favoritnya. Hari ini ia harus mengembalikan buku yang ia pinjam sebelum sang penjaga pulang. Ia tidak akn sempat untuk berlama-lama disana, karena hari ini sudah sore.

“Permisi, aku  ingin mengembalikan buku yang aku pinjam.”

“Oh, baiklah.”

Setelah selesai mengembalikan bukunya, Taeyeon berjalan keluar dari gedung perpustakaan tersebut. Ia berjalan di trotoar, menyusuri pertokoan sepanjang jalan sore ini.

Walaupun tadi siang hujan turun cukup lebat, jalanan tetap ramai sore ini. Bahkan sampai malam pun Gangnam tetap ramai dengan beberapa pejalan kaki yang menghabiskan weekend mereka.

Taeyeon melewati sebuah kafe yang biasa ia singgahi, kali ini ia tak berniat untuk kesan. Namun, panggilan dari sesorang membuatnya menoleh.

“Taeyeon, kemarilah…” Ucap temannya dari dalam Kafe tersebut.

Taeyeon tersenyum dan menghampiri mereka. Ia dipersilahkan duduk.

“Taeng, kau ini kemana seja dua hari ini?” Tanya namja yang merupakan temannya.

“Aku sedang malas kemana-man, Kyu.” Ucapnya.

“Kau tidak tahu kan, kalau Taeng ini lebih sibuk dengan buku bacaanya.” Ucap seorang yeoja yang barusan memanggilnya.

“Aku tidak terlalu banyak membaca buku hanya sekitar dua buku saja yang aku baca, Seohyun.” Jawab Taeyeon.

“Mwo? Hanya? Dengan dua buku yang tebal itu sudah cukup memusingkanku.” Ucap Yoona yang kini sedang mengunyah beberapa makanan di mulutnya.

“Kalau makan, makan saja. Tak usah bicara.” Ucap Kyuhyun sambil memberikan segelas air putih pada Yoona.

“Kau ini perhatian sekali,” Ucap Yoona.

“Jangan berlebihan.” Kyuhyun terlihat bergidik mendengar kata-kata Yoona.

Taeyeon tertawa melihat tingkah kedua orang di depannya ini. Mereka berdua memang sering bertengkar namun terlihat cocok, karena sebenarnya saling memperhatikan satu sama lain.

“Aku punya teman, yang mungkin akan cocok denganmu.” Ucap Kyuhyun yang kini mengganti topic.

“Denganku?” Tanya Taeyeon dengan tampang bingung. “Maksudmu cocok apanya?”

“Ia laki-laki tampan dan sangat puitis. Mungkin dia akan cocok denganmu yang suka membaca buku-buku tebal dan novel-novel.”

“Kyuhyun berniat menjodohkannya denganmu,” Ucap Seohyun menjelaskan.

“Mwo?” Taeyeon terlihat kaget dan terbelalak.

“Kenapa? Kau tidak mau? Kyu, sudah kubilang kau seharusnya menjodohkan namja itu padaku saja.” Ucap Yoona yang terlihat bersemangat membicarakan namja.

“Kau diam saja, mana mungkin temanku itu mau padamu yang sangat serampangan.” Ucap Kyuhyun mengejek pada Yoona dengan sinisnya.

“Kau ini…”

PLETAK….!!

“Aww… Appo!”

“Rasakan itu.” Ucap Yoona yang memukul Kyuhyun dengan majalah fashionnya yang cukup tebal.

“Hei… sudahlah kalian jangan bertengkar.” Ucap Seohyun menengahi.

“Aku sudha bertemu dengannya Taeng, dan aku yakin kau akan menyukainya begitu pun dengannya.” Ucap Seohyun.

“Seo, kau sudah bertemu dengannya?” Tanya Yoona dengan histerisnya.

Seohyun mengangguk dan Yoona menatap Kyuhyun dengan garang, karena tidak mengajaknya untuk bertemu dengan namja yang dibicarakan Seohyun itu.

“Namja itu untuk Taeyeon, titik.” UCap Kyuhyun menanggapi tatapan garang Yoona.

***

“Eomma, apa kau lihat buku musik ku?” Tanya seorang yeoja bermata bulan abit pada eomma nya.

“Eomma tidak lihat, memangnya kau simpan buku itu Tiffany?”

“Aku juga tidak tahu eomma, aku lupa menaruhnya dimana.” Ucapnya kebingungan.

“Hari ini guru vokalmu memangnya akan datang?” Tanya eomma nya.

“Tentu saja eomma.” Jawab Tiffany.

Ting Tong…

“Itu dia.” Ucapnya, kemudian ia berlari kecil menuju pintu untuk membukanya.

“Annyeong Haseyo aku Keponakan dari guru vokalmu, Lee Ssaem hari ini tidak bias datang karena ada keperluan mendadak. Jadi, hari ini libur.” Ucap seseorang dengan sopan yang kini berada dihadapan Tiffany.

Tak ada respon dari Tiffany. Gadis itu diam terpana menatap namja dihadapannya, ‘tampan sekali’ pikirnya.

“Mian, apa benar ini rumah Hwang Tiffany?” Tanyanya meyakinkan.

“Ne, benar sekali.” Ucap Tiffany yang akhirnya tersadar.

“Aku hanya ingin menyampaikan itu saja, Kamsahabnida.” Ucap Donghae seraya tersenyum pada Tiffany.

Tiffany membalas dengan senyuman manisnya. Tiffany menutup pintu setelah namja itu pergi. Jantungnya berdegup kencang. Merasa baru saja melihat pangeran yang berada di depan pintu rumahnya.

Tiffany duduk di sofa ruang tamunya dan memegang dadanya yang kini masih berdegup. “Aku kira jantungku akan copot barusan,” Ucapnya.

***

“Aku sudah menyampaikan pesanmu pada muridmu itu, Ajuhssi.”

“Bagaimana? Dia cantik kan, Donghae?” Ucapnya pada Donghae.

“Ya, kau beruntung bias mengajar pada gadis secantik dia. Sayanya kau sudah punya tunangan.” Ucap Donghae.

“Hari ini aku akan pergi ke Jepang, mungkin sampai minggu depan. Aku akan menyuruh BoA untuk mengajarinya, kau bias menemaninya.”

“Boa?” Donghae terbelalak mendengar kata ‘BoA’.

“Kau harus memilih salah satu. Dan jangan lupa kalau Boa lebih tua darimu.” Ucap pamannya mengingatkan dengan seringaian mengejeknya pada Donghae.

“Ne arraseo,” ucap Donghae sedikit kesal dengan ucapan pamannya itu.

Donghae mengantatrkan pamannya mennuju bandara dengan mobilnya. Ia mengantarkan kepergian pamannya itu yang sedang mempunyai urusan music di Jepang.

Donghae kembali ke rumahnya, di perjalanan ia ditelpon oleh temannya.

“Bagaimana? Kau mau kan aku kenalkan pada temanku.” Ucap namja di seberang telpon, Kyuhyun.

“Aku mau saja, jika gadis itu cantik.”

“Ia cantik, tapi kau harus bersabar karena mungkin saja kau akan sering diabaikan olehnya.”

“Memangnya kenapa?”

“Dia bias saja lebih memilih bukunya daripada namja tampan manapun.”

“Mwo? Dia normal kan?”

“Tentu saja. Aku hanya kasihan padanya, karena dia memang tidak pernah mempunyai kekasih.”

“Lalu aku yang pertama?”

“Tepat sekali.” Ucap Kyuhyun.

***

“Kau pasti barusan menelpon namja itu, siapa namanya?” Ucap Yoona yang sudah ada dibelakang Kyuhyun.

“Hei, sejak kapan kau ada disini?” Tanya Kyuhyun yang kaget melihat sosok Yoona di rumahnya.

“Bukannya kau yang menyuruh aku datang kemari?” Tanya Yoona yang sekarang terlihat melongo.

“Oh iya, aku lupa.” Ucap Kyuhyun yang menggaruk kepalanya.

“Cepat katakana padaku, siapa nama namja itu?” Tanya Yoona yang sangat tidak sabaran itu.

“Lee Donghae, memangnya kenapa?” Tanya Kyuhyun yang mulai gerah dengan celotehan Yoona yang menyebalkan.

“Kalau Donghae tidak menyukai Taeyeon, bagaimana?” Tanya Yoona.

“Ia pasti akan menyukai Taeyeon, aku yakin.” Ucap Kyuhyun dengan wajah yakinnya.

“Kau itu sok tahu.” Ucap Yoona yang wajahnya sekarang sudah merengut kesal.

“Aku menyuruhmu kesini bukan untuk berdebat.”

“Lalu?” Tanya Yoona acuh tak acuh.

“Ada makanan untukmu, cepat temui eomma ku di dapur.”

“Jinjja?” Tanya Yoona bersemangat yang mendengar kata makanan.

“Sana pergi,” ucap Kyuhyun yang langsung membuat Yoona berlari menuju dapur.

“Dasar aneh.”

***

“Coba berikan alas an padaku, kenapa kau ingin menjodohkanku dengan namja itu?” Tanya Taeyeon yang sangat heran dengan kelakuan temannya itu.

“Aku hanya ingin melihat kau bahagia,” ucap Kyuhyun sambil masih terus meminum coffelatte miliknya.

“Kenapa bukan untukku saja?” Tanya Yoona yang berada diantara mereka.

Kyuhyun malah menjitak kepala Yoona. Yoona cantik dan banyak yang menyukainya, dia baik dan lelaki yang ia sukai akan ia terima dengan senang hati. Sedangkan Taeyeon merupakan gadis manis yang tertutup pada lelaki, ia lebih memilih berada di sekitar tumpukan-tumpukan buku.

“Kau sudah punya banyak kekasih. Sedangkan, taeng?” ucap Kyuhyun menatap Yoona jengkel.

“Aku juga sekarang tidak punya kekasih.” Ucap Yoona seraya merengut.

“Aku tidak butuh kekasih, Kyu. Aku senang menjadi Taeyeon yang seperti ini.” Ucap Taeyeon menegaskan.

Kyuhyun menatap Taeyeon dengan perasaan bingung. Ia berteman dengan Taeyeon sejak kecil juga dengan Yoona. Namun ia sama sekali tidak bias memahami bagaimana hati Taeyeon sebenarnya. Kyuhyun berpikir, mana ada yeoja seperti yang seperti itu. Pasti Taeyeon memiliki rasa trauma atau semacamnya.

“Terserah kau. Yang penting aku akan memperkenalkan Donghae padamu.” Ucap Kyuhyun tak peduli.

“Kau harus menemuinya. Mungkin kau akan menyukai setelah dekat nanti.” Ucap Yoona menambahkan dan membujuk Taeyeon agar mau menemui Donghae.

Taeyeon menunduk dan berpikir. Ia memainkan jari-jarinya. Ia berpikir, mungkin ia akan menemukan sesuatu yang baru dan akan merasa nyaman di dekat namja itu.

“Baiklah, diamana aku harus menemuinya?” Ucap Taeyeon membuat wajah kedua temannya sumringah.

Taeyeon tersenyum melihat ekspresi wajah Yoona dan Kyuhyun.

***

“Mian aggassi, apa kau yang bernama Taeyeon?” Tanya Donghae pada Taeyeon yang kini duduk sendirian di sebuah kafe.

Taeyeon menatap Donghae yeng masih berdiri menunggu jawabannya. Namun, dia tidak menjawab. Taemin hanya terperanagah dan menatap Donghae. Ia tercengang.

‘Kyuhyun, kenapa kau tak bilang kalau dia sangat tampan.’ Taeyeon berpikir dalam hati

“Jadi, kau Taeyeon?”

Taeyeon masih tetap terdiam.

To Be Continue

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s