The Flower Story 02

flowerstory

Author: Sinta Rahayu @HSRin

Tittle: The Flower Story 02

Main Cast: Lee Taemin (SHINee), Han Sungrin (OC)

Other: SHINee’s member, f(x)’s Krystal, Manager

Genre: Romance, AU

Rate: PG14

Length: chapter

Note: Saya sangat terharu, gak tau kenapa (eh). Emang sih part awal itu banyak typo,(mungkin sekarang juga) haha. Tapi, komentarnya positif semua dan membuatku terharu. Walaupun tetap aja yang komentar cuma segelintir readers (?). Karena saya gak mau para readers yang baik dan keren ini pada kabur, saya menulis dengan sepenuh hati ff ini. Selamat membaca ^^

Part 1

“Aku lolos menjadi Trainee.” Ucap Taemin.

“Ini kan cita-cita mu oppa. Kau tak boleh mengeluh ataupun menyerah. Kau sudah susah payah untuk bisa menjadi Trainee, jangan sia-siakan begitu saja.” Ucapku sambil bersandar pada pundaknya.

Taemin sekarang sudah memiliki banyak fans. Ini sebenarnya membuatku cemburu.

“Begini, kami sangat kaget bahwa Taemin melanggar peraturan.” Ucap sang manager.

“Jadi, saya mohon dengan sangat kepada Sungrin-aggassi agar menjauhi Taemin juga mengakhiri hubungan kalian berdua. Itulah konsekuensi yang harus dihadapi Taemin untuk karirnya.”

***

The Flower Story 02

Desas-desus kini terus menghampiri sekolahanku. Aku hanya bisa diam. Saat istirahat aku hanya bisa makan siang sendiri. Semua terlihat menatapku aneh. Mungkin mereka tahu bahwa aku adalah pacar seorang Lee Taemin, seorang member group rookie yang baru debut. Dulu mereka hanya bersikap biasa pada kami berdua setiap aku dan Taemin pulang bergandengan tangan.

Tapi, kini saat aku hanya sendirian tanpa Taemin mereka malah memandangku aneh. Seakan aku adalah manusia langka yag berada di lingkungan sekolah mereka. Apa aku ini harus memakai topeng setiap pergi ke sekolah?

Aku mungkin tahan untuk seminggu ini. Tapi kalau 2 minggu, 3 minggu, sebulan, setahun, sampai 3 tahun aku tak tahu apakah aku kuat. Bagaimana nanti aku lulus pun, aku tidak tahu masih bersama dengan Taemin atau tidak.

Semalam setelah sampai rumah, Taemin mengirimkan pesan padaku agar tetap tenang. Tapi aku tak bisa tenang karenanya. Sebelumnya, hanya dia yang bisa menenangkanku di segala situasi yang aku hadapi. Tapi sekarang, jika keadaannya seperti ini dia juga tak bisa berbuat apapun.

Aku hanya bisa menghabiskan makanan siang yang ada di hadapanku setengah dari porsinya. Aku merasa mual dan tak kuat. Apa mungkin pikiran dan keadaan fisik ku akan saling berpengaruh? Tapi aku sangat yakin bagaimanapun terpuruknya diriku, aku tak ingin Taemin mengetahui dan mengkhawatirkan ku.

Aku meninggalkan meja kantin dan tempat makan yang masih tersisa. Aku berjalan sedikit lunglai namun dengan cepat meuju toilet. Rasanya perutku akan meledak, aku tak kuat. Ku tahan sebelum aku sampai menuju toilet. Ku tutup mulutku dengan tangan kananku, sedangkan tangan kiriku mencengkram dengan lemah perutku yang terasa sakit.

Aku mengeluarkan semua makanan di kloset. Aku lemah, tak berdaya, sendiri. Aku mulai terisak meratapi keadaan ku sekarang. Aku tak tahu apakah ini adalah cerita sedih dalam hidupku yang pantas untuk ditangisi.

Jika saja Taemin melihatku seperti ini, sudah kupastikan pasti dia akan sangat mengkhawatirkanku.

Aku berjalan keluar dari toilet ini, menuju ke ruang guru atau mungkin ke UKS. Yang penting aku memberitahu guru bahwa aku sakit. Aku tak mau merepotkan orang karena pingsan tiba-tiba di kelas.

Aku berpapasan dengan guru yang kebetulan adalah guru kesehatan disini. Ini benar-benar menolongku.

“Sungrin, kau kelihatan pucat sekali.” Ucapnya yang langsung menyentuh keningku.

“Sepertinya aku ingin istirahat saja, ssaem.”

“Baiklah ssaem akan meminta izin pada guru piket, ayo ssaem antar.”

Ssaem menuntunku menuju ruang guru. Ia tahu aku lemah dan menyuruhku minum segelas teh hangat di ruang guru. Setelah itu dia mengambilkan tasku yang masih berada di kelas.

“Kau akan diantar oleh temanmu, Jongin.”

“Ne ssaem, kamsahabnida.” Ucapku padanya.

Aku diantar oleh Jongin menggunakan mobilnya. Aku rasa anak ini berniat untuk pergi atau izin dari sekolah, karena ia juga membawa tasnya. Ia baik dan membukakan pintu untukku.

Jongin memang selalu membawa mobil ke sekolah. Ia paling terkenal di sekolah ini. Karena ya… nanti kuceritakan lagi.

“Gomawo Jongin-ssi.” Ucapku saat sudah sampai di dean rumahku.

“Ne cheonma. Cepat sembuh sungrin-ah, aku pergi dulu.” Ucapnya ramah padaku.

“Ne, hati-hati.”

Ia melesat pergi dengan mobilnya. Aku masuk ke dalam rumahku dan berjalan menuju kamar. Aku tak habis pikir kenapa tubuhku isa sakit seperti ini. Apa mungkin pikiranku memang kini telah mempengaruhi tubuhku.

Aku mengganti pakaianku dan bergegas tidur. Menutupi tubuhku dengan selimut yang hangat, mungkin lebih hangat jika ada Taemin disini.

***

Dulu, aku dan dia bisa tertawa dengan lebar dengannya. Masih kuingat bagaimana cara dia tertawa dan tersenyum menggodaku. Kami punya banyak waktu bersama saat dulu. Kini aku hanya bisa melihat penampilannya yang mengagumkan di layar televisi ini.

Dengan senyuman menawannya ia dapat membuat para yeoja menjerit dan meneriakkan namanya dengan puas. Jika bisa aku ingin berteriak padanya bahawa aku sangat merindukan saat-saat seperti dulu.

Aku ingin tetap bersamanya walaupun ia menjadi seorang idola yang dimiliki oleh semua fans nya. Namun, aku harus secara perlahan meninggalkannya. Peringatan sang manajer padaku terus terngiang di kepalaku. Sampai akhirnya ku putuskan untuk mematikan televisi yang masih menampilkan grup idola yang sedanga hangat itu.

Aku terdiam. Aku tak ingat terakhir kali aku mempunyai teman. Yang aku ingat hanyalah Taemin, dan semua temanku pergi meninggalkanku begitu saja tanpa sebab yang pasti.

Tes.. tes..

Terdengar suara air menetes. Hari ini langit tidak mendung sedikit pun. Bukan suara air hujan yang turun, melainkan hatiku yang kini sedang menangis. Aku tak kuat untuk tidak menangis mengingatnya. Aku ingin mendengar bisikan kata-kata cinta yang terucp dari bibirnya.

Rasanya aku sangat ingin menghubunginya. Tapi, sebisa mungkin kuturuti apa kata sang manajer. Aku tak akan menghubunginya dan sedikit menghindar darinya. Agar ia tetap fokus menjalani cita-cita yang sekarang sudah terwujudkan.

Aku terisak. Mulutku mulai memanggil namanya pelan.

Sesak, sangat sesak terasa dada ini menangis seperti ini. Ini hal yang terburuk yang aku alami dan aku tak ingin seperti ini terus menerus. Aku menepuk dadaku yang sesak ini perlahan dengan tanganku. Mencoba menghilangkan rasa sesak yang terlanjur menyerapi dadaku.

Aku tak tahu betapa mencintainya diriku padanya. Sampai-sampai aku menangis dengan hebat seperti ini karenanya. Mungkin aku tak bisa tanpa dirinya.

Aku terdiam cukup lama. Saat aku sudah sedikit tenang, akupun bangun dari tempat tidurku.

Kubuka gorden dan jendela kamarku, hawa dingin pagi hari yang lembut meneruak masuk. Aku keluar dari kamar turun ke bawah menuju dapur, membuka kulkas dan mengambil susu di dalamnya. Susu yang bisa ku minum ini mengingatkanku pada Taemin yang sangat menyukai banana milk. Walaupun selera kami pada susu sedikit berbeda.

***

Author POV

Pagi-pagi sekali seorang lelaki sudah berdiri di ruangan yang terdapat keca lebar dihadapannya, studio dance. Namja itu terlihat kelelahan, walaupun ia baru saja memulai latihannya sendiri, tapi ia terlihat lelah. Juga sorot matanya terlihat memiliki beban dan pikiran yang banyak.

“Hyung, kau sudah latihan jam segini?” Tanya seseorang yang baru masuk, Jjong.

“Aku ini leader,” Ucap namja yang ditanya.

“Oke aku tahu, tapi…”

“Sudahlah, tak usah banyak bertanya. Kau tidak mau ikut latihan?” Ucap Onew

“Baiklah, tapi mana yang lainnya?” Tanyanya.

“Key, aku tak tahu dia dimana. Minho dan Taemin bersama manager hyung membeli makanan,” Jawab Onew.

Mereka pun melanjutkan latihan dance hanya berdua. Suara musik menggema mengiringi tarian mereka. Tiba-tiba pintu studio terbuka membuat gerakan tari kedua namja itu terhenti. Mereka menoleh melihat manager mereka datang disusul dibelakangnya ada Minho dan Taemin.

Tapi lihatlah ekspresi muka tiga orang ini terlihat aneh, terutama Taemin. Manager hanya diam dan duduk meletakan kantong belanjaannya pada meja.

Sedangkan Minho hanya menatap sang leader khawatir. Onew merasakan firasat aneh. Ia ingin bertanya pada Taemin, tapi entah mengapa sekarang ia malah merasa takut pada sang maknae yang terlihat muram.

Taemin duduk dan menatap lantai.

Tiba-tiba ia membuka mulutnya, memecah keheningan.

“Apa yang kau katakan pada Sungrin, hyung?” Tanya Taemin dengan tampang horrornya.

“…” Manager tak menjawab dan hanya menatapnya datar.

“Kenapa barusan ia bersikap seperti itu?” Ucap Taemin menekan managernya.

“Aku hanya melakukan apa yang harus lakukan.” Ucap manager yang akhirnya kini menjawab.

Taemin bangun dari duduknya menuju pintu studio. “Aku tidak ikut latihan hari ini,” ia keluar dan tak ada seorang pun yang berani mencegahnya.

Tak berapa lama pintu studio kembali terbuka, muncullah Key yang baru datang.

“Kenapa dengan Taemin?” Ucapnya dengan tampang polos, yang memang tidak tahu apa-apa.

“Hari ini kita tak usah latihan.” Ucap Manager yang tambah membuat Key bingung.

***

Sungrin POV

Aku tak percaya akan bertemu dengan Taemin. Saat aku baru saja sampai di supermarket ini, ia sepertinya sudah selesai berbelanja makanan dengan Minho dan managernya.

Seperti biasa tatapan sangar dari manager nya sangat tertuju padaku. Walaupun aku ingin sekali -sedikit saja- tersenyum pada Taemin, tapi tatapan secara tidak langsung yang di pancarkan dari sang manager membuatku mengurungkan niatku untuk membalas sapaan Taemin.

Aku hanya menatapnya saat dia memanggilku, namun aku tak menghiraukannya. Aku hanya menoleh sebentar dan terus berjalan tanpa memberikan reaksi apapun terhadapnya. Aku benar-benar bodoh. Kurasa ia terus memikirkanku sampai sekarang.

Terima kasih Taemin, kau membuatku terus memikirkanmu sampai-sampai aku lupa tujuan awalku ke supermarket. Harusnya aku mencatat kebutuhan apa yang harus aku beli di rumah.

Selesai memmbayar pada kasir -walaupun tak yakin semua aku beli- aku keluar supermarket ini, seperti biasa menuju halte bis. Aku kira aku takkan beretemu siapapun lagi disini. Tapi ternyata ada seseorang yang menepuk pundakku dari belakang.

Aku menoleh dan ternyata.

“Klee…?”

“Kau sangat cantik Sungrin-ah.” Ucap yeoja yang sudah lama tidak kutemui ini.

“Ah… sudah lama kita tidak bertemu, sejak kau sudah jadi artis.” Klee memelukku erat.

Krystal, teman SD ku dulu ini, kini sudah menjadi member girlband f(x).

“Aku sangat merindukanmu, banyak sekali hal yang ingin kuceritakan padamu.” Ucapnya.

“Aku juga,” Aku tertawa menanggapinya.

“Oh iya, aku dengar kau adalah pacarnya member SHINee itu kan?” Tanyanya yang membuatku terkejut.

“Hmm… lebih baik kita bicara di rumahku saja. Kau sedang tidak sibuk kan?” Ucapku.

“Ya aku sedang tidak sibuk. Ayo naik ke mobilku.” Ucapnya.

“Kau benar-benar berbeda sekarang, Klee.”

“Maksudmu?” Tanyanya sambil masih berkonsentrasi menyetir.

“Sekarang kau dipuja banyak namja. Padahal dulu kau menangis padaku karena dijahili oleh anak laki-laki yang menakut-nakutimu dengan kecoak.” Ucapku yang membuatnya tertawa terbahak-bahak.

“Kau juuga berubah. Kau sangat cantik, sekarang rambutmu panjang dan terlihat seperti wanita yang anggun, Sedangkan dulu rambutmu masih pendek menyisir saja jarang.” Ucapnya yang juga membuatku tertawa.

***

Author POV

“Jadi itu yang membuatnya terlihat marah.” Ucap Key yang sekarang mengerti karena mendengarkan cerita managernya.

“Ia masih remaja dan belum menegrti tentang pekerjaan kita sebagai idola para remaja.” Ucap Onew yang memang sangat mengerti maknae nya ini.

“Onew, kau sebagai leader harus memberi pengertian dan nasihat pada Taemin. Aku dan CEO sudah memikirkannya dan melakukan yang terbaik kepada Sungrin, sekarang adalah tugasmu pada sang maknae.” Ujar Manager.

“Baik Hyung,” ucap Onew.

Onew menghela nafasnya. Ia mulai berfikir bagaimana agar Taemin tidak tersinggung ataupun dapat mengerti dengan mudah mengenai ini. Tampaknya pekerjaan sebagai idola akan terasa lebih berat bagi leader, karena ia yang mengatur semuanya.

To Be Continue

Advertisements

4 thoughts on “The Flower Story 02

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s