The Flower Story 01

flowerstory

Author: Sinta Rahayu @HSRin

Tittle: The Flower Story 01

Main Cast: Lee Taemin (SHINee), Han Sungrin (OC)

Genre: Romance, AU

Rate: PG14

Length: chapter/ficlet ?

Note: Hanya sebagian imajinasi saya yang terkilas-kilas dan mungkin tidak jelas (lahh).

***

Han Sungrin POV

“Kau janji kan tidak akan seperti ini lagi?” Ucapku pada namja tampan didepanku. Ia hanya menatap lurus ke manik mataku. Terlihat bahwa ia sangat menyesal karena telah membuatku menunggunya sangat lama.

“Ne, aku janji tidak akan seperti ini. Kau tak marah kan?” Ucapnya lembut, terdengar tulus di telingaku.

“Ne aku memaafkanmu, asal kau tidak seperti ini lagi. Setidaknya kau memberitahukanku kalau ada urusan mendadak.” Ucapku sambil memberikan senyuman paling manis hanya untuknya.

“DIa hanya tersenyum dan menggenggam tanganku hangat. Aku hanya bisa melihat tatapan cintanya padaku. Walaupun ia jarang melakukan hal yang romantis padaku secara langsung, tapi aku tahu ia sangat mencintaiku.

Lee Taemin adalah namja sempurna yang pernah aku kenal. Aku, Han Sung Rin adalah yeoja beruntung yang dapat memilikinya.

Taemin menuntunku ke sebuah kedai ice cream yang selalu kami berdua kunjungi setiap pulang sekolah. Ya, kami berdua memang sangat menyukai ice cream. Ahjussi penjualnya pun sudah mengenal kami berdua. Terkadang ia sering meledek aku dan Taemin. Tapi, kami berdua sering di beri diskon atau gratisan.

Ahjussi penjual ice cream tersebut melihat yang kedatangan kami pun tersenyum ramah.

“Ah, pasti kalian berdua akan memesan ice cream yang seperti biasanya.” Ucap Ahjussi tersebut saat Taemin akan memesan.

Taemin terkekeh mendengar ucapan ahjussi itu. “Ahjussi ingat saja,” Ucapnya.

“Mana mungkin saya tidak ingat dengan dua pasangan serasi ini.” Ucap Ahjussi penjual ice cream tersebut mulai meledek kami. Aku hanya bisa tersenyum malu mendengarnya.

Taemin mengajakku untuk duduk di salah satu tempat duduk yang berada di pojok kedai ice cream tersebut. Tempat itu memang tempat favorit kita berdua.

“Aku ingin mengatakan sesuatu padamu,” ucap Taemin saat kami sedang duduk.

“Apa?” Tanyaku memandangnya yang terlihat senang. Mungkin dia akan memberitahukan berita bahagia.

“Aku lolos menjadi Trainee.” Ucap Taemin.

“Mwo? Jinjja?” Tanyaku tak percaya.

Taemin mengangguk. Aku tertawa dan mencubit pipinya. Menjadi seorang idol adalah cita-citanya, dan aku ikut senang jika ia mulai menjadi Trainee. Itu tandanya jalan menuju mimpinya akan tercapai.

“Jadi kau yang harus membayar ice cream.” Ucapnya seketika membuatku tercengang.

“Oh, jadi ini maksudmu mengajakku kemari.” Ucapku pelan.

Taemin terkekeh, “Sekali saja ya?” Ucapnya merayu.

“Ne oppa.” Ucapku sambil tersenyum senang. Lagipula ini kan untuk merayakan lolosnya ia audisi.

***

“Oppa, kenapa kau jarang menemuiku?” Ucapku merengut melihatnya yangg sore ini ke rumahku.

“Mian chagi, aku sibuk. Aku memiliki jadwal latihan yang padat.” Ucapnya sambil mengelus kepalaku.

“Kalu jadinya begini, kau tidak usah ikut audisi saja dari awal.” Ucapku marah padanya.

“Hah, kenapa kau mengatakan hal seperti itu?” Tanyanya kaget.

Aku menatapnya sendu. Ya, memang ini adalah mimpinya menjadi idol. Tapi kalau menjadi ttrainee saja sudah membuatnya jarang menemuiku, aku tak mau ia benar-benar sibuk menjadi idol nanti.

“Kau tidak usah jadi idol ya, oppa.” Ucapku pelan sambil menundukkan kepalaku, tak berani menatapnya.

“Kau ini manja sekali,” ucapnya. Ia mendekapku hangat, terasa sangat nyaman. Aku tidak ingin kehilangan dirinya.

“Oh ya, aku menunjukkan fotomu pada temann satu grupku.” Ucap Taemin seraya melepaskan pelukannya dan menatapku.

“Lalu?”

“Dia bilang, kau sangat cantik.” Jawabnya.

“Jinjja?” Tanyaku senang.

“Aissh, aku takut banyak yang menyukaim dan merebutmmu dariku.” Ucapnya yang terlihat berakting marah dan bingung.

“Mwo?” Aku tertawa menatap ekspresinya yang lucu itu.

***

Aku tidak tahu kalau apa yang dikatakan Taemin benar. Tapi sepertinya aku sekarang punya penggemar rahasia.

Aku menemukan sebuah buket bunga di depan pintu rumahku. Eomma bertanya-tanya siapa yang mengirimkan itu padaku. Aku tak tahu, lagipula tak ada nama pengirimnya pada buket bunga tersebut.

Apa mungkin beberapa teman smp ku yang sudah lama tak aku temui? Ya yang penting si pengirim ini tidak menggangguku dengan berbuat sesuatu bukan, ia hanya mengirimkan bunga tanpa menuliskan namanya disini.

Sudah seminggu ini, setiap paginya selalu ada kiriman bunga di depan pintu rumahku. Bedanya kali ini ia menuliskan pesan seperti, ‘Apa kabar cantik?’ atau yang lainnya.

Aku merasa sedikit penasaran -atau memang penasaran- padanya. Tapi aku lebih memikirkan Taemin. Apa mungkin ia yang mengirimiku bunga-bunga ini. Namun, itu tidak mungkin. Ia sangat sibuk, bahkan tidak dapat kuhubungi. Saat sekolah, temannya bilang kalau ia izin. Bahkan ada yang bilang kalau ia akan pindah dari sekolah.

Aku takut benar-benar tidak bisa bertemu dengannya lagi. Tapi, mana mungkin ia setega itu padaku. Aku tahu dia sangat menyayangiku. Begitu pun diriku padanya.

Namun, aku tak tahu sampai kapan aku harus menunggunya.

***

Apa yang harus kukatakan padanya. Ia menatapku sambil memegang buket bunga yang ada di dalam kamarku. Mungkin, buket bunga itu lebih dari sepuluh. Aku memang tidak membuang bunga-bunga itu sampai layu.

“Aku tak tahu siapa pengirimnya,” ucapku ragu.

“Jinjja? Aneh sekali. Siapa orang itu? sepertinya ia sangat tergila-gila padamu.” Ucapnya seperti berfikir.

“Oppa, kau kemana saja? Kenapa tidak menghubungiku?” Tanyaku sambil memeluk tangannya.

“Aku selalu ada dihatimu, chagi.” Jawabnya merayuku.

“Oppa…” Ucapku merajuk. Dia hanya tertawa. AKu merindukan wajahnya yang sedang tertawa itu.

“Oppa bagaimana kalau besok kita jalan-jalan,” Ucapku mengusulkan padanya. Ia terlihat berfikir tentang usulan ku.

“Sepertinya tidak bisa, chagi. Ini saja aku susah payah untuk datang ke rumah mu.” Ucapnya yang terlihat merasa bersalah.

“Gwenchana oppa. Kalau begitu biar aku dengan temanku saja.” Ucapku meyakinkannya agar tidak usah merasa berasa bersalah.

“Aku ingin sekali bisa denganmu setiap saat aku merasa kelelahan latihan.” Taemin menunduk dan menghembuskan nafasnya.

“Ini kan cita-cita mu oppa. Kau tak boleh mengeluh ataupun menyerah. Kau sudah susah payah untuk bisa menjadi Trainee, jangan sia-siakan begitu saja.” Ucapku sambil bersandar pada pundaknya.

“Ne chagi,” Taemin menjawab pelan. Terasa ia sedang mengusap-usap kepalaku. Rasanya jadi mengantuk.

***

Aku tidak tahu kalau secepat dan sehebat itu kemampuan Taemin dan temann trainee nya yang satu grup dengannya. Namun sangatlah kaget diriku melihat kabar bahwa minggu depan akan ada grup rookie yang akan debut beserta perilisan mini albumnya. Hal ini terkenal karena salah satu teman Taemin dalam grup tersebut adalah pemain drama yang terkenal itu.

Aku tidak pernah diberitahu oleh Taemin kalau dia akan debut dengan cepat. Aku kira mereka akan debut 3 atau 4 tahun lagi, atau mungkin lebih. Yang menjadi permasalahannya adalah, sampai sekarang aku tak tahu bagaimana kabar Taemin sekarang. Setelah seminggu ia datang ke rumahku ia sama sekali tidak menghubungiku lagi.

Aku berfikir mungkin ponselnya tidak boleh digunakan karena artis yang akan debut setahuku tidak boleh menggunakan alat komunikasi. Tapi aku sangat penasaran bagaimana perasaannya akan debut sebentar lagi. Mungkin ia baru lima bulan menjadi trainee di manajemen tersebut, luar biasa.

Hal yang bisa aku lakukan sekarang adalah membuka internet dan mencari tahu kabar tentang debutnya grup mereka. Namun, belum ada kepastian dan kabar official tentang mereka. Hanya beberapa kabar salah satu member yang merupakan si pemain drama yang lebih terekspose.

***

Aku berfikir apa aku bisa bertemu dengannya setelah ia debut nanti. Hanya ada satu cara, yaitu bertemu dengannya secara diam-diam di malam hari. Hari inilah aku bertemu dengan Taemin setelah Taemin debut. Pertemuan ini dilakukan malam hari agar Taemin tidak ketahuan siapapun. Taemin sekarang sudah memiliki banyak fans. Ini sebenarnya membuatku cemburu.

Mereka dengan bebas meneriakkan nama namja ku. Mereka juga dengan suka hati bisa mendapatkan fans service dari namja ku. Ia harusnya tahu aku cemburu disini. Tapi, sudahlah itu memang pekerjaannya sekarang. Sebagai idola ia harus baik terhadap fan apalagi fansgirl yang bertebaran mengikutinya.

“Kau sudah makan?” Tanya Taemin saat kami bertemu. Ia masih tetap terlihat tampan seperti biasanya. Namun, bedanya sekarang matanya terlihat sangat letih. Tentunya ia aharus menghadapi sederet jadwal show di beberapa stasiun televisi.

“Sudah, kau?” Tanyaku balik.

Dia hanya tersenyum menanggapi pertanyaanku. Dia merangkulkan lengannya ke pundakku dan kami berjalan pelan.

“Kenapa kau tak menjawab? Jangan bilang kau belum makan,” tanyaku mulai menginterogasinya. Aku cukup khawatir dengan wajahnya yang terlihat letih sekarang ia malah belum makan. Seharusnya aku membawakannya makanan barusan.

“Aku sudah kenyang menatapmu, chagiya.” Ucapnya sambil menatapku.

Wajahku terasa panas mendengar perkataannya barusan. Aku merasa malu, pasti wajahku seperti udang rebus sekarang. Namun, tetap saja aku merasa sangat khawatir.

“Hmm, tapi kau harus cepat makan.” Ucapku bersikeras.

“Nanti aku akan makan setelah pulang.” Ucapnya.

Kami duduk pada sebuah bangku yang panjang di sebuah taman. Taemin memelukku, menyandarkan kepalanya pada pundakku. Terasa hangat, tapi dari prilakunya ini aku tahu dia sanagat lelah dengan aktivitasnya sebelum dan sesudah debut.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanyany padaku. Hei seharusnya aku yang bertanya seperti itu padanya.

“Apa aku terlihat aneh?” Tanyaku balik.

“Aku hanya merasa khwatir karena tidak memperhatikanmu.” Ucapnya sedikit lirih.

“Apa kau sangat merindukanku?” Tanyaku.

“Tentu saja. Apa kau tidak?” Tanyanya sambil melepaskan pelukan dang berhadapan padaku, menatapku lekat.

Aku menggelengkan kepalaku seraya tersenyum meledeknya. Dia mencubit pipiku dengan tatapan kesal. Imut sekali. Aku hany tertawa terbahak-bahak melihat ekspresinya itu. Sudah lama akau tidak melihat tampangnya yang sepert itu.

***

“Ayo kita pulang,” ucapku pada Taemin yang masih saja terus berjalan sambil menggenggam tanganku.

Ia seperti tidak mendengarkanku. Mungkin ia tidak ingin pulang dan kembali pada aktivitasnya.

“Oppa, ayolah!” Ucapku sambil menarik tanggannya.

“Aku masih ingin denganmu, chagiya.” Ucapnya yang terdengar kekanakan.

“Aku juga, tapi ini sudah malam. Apa kau besok tidak ada jadwal?” Tanyaku.

Dia terdiam menatapku.

“Oppa?”

Chu…

Aku merasakan kehangatan yang sudah lama tak kurasakan. Rasa cinta yang sangat dalam darinya. Tak peduli badai ataupun langit ini akan runtuh aku merasa aman dengannya.

Suatu saat jika aku bukanlah cinta sejatinya, kumohon agar cinta sejatinya kelak akan setia padanya sepenuh hati.

***

Tak pernah ku sadari bahwa pertemuan pertamaku setelah Taemin debut di malam hari itu akan mengakibatkan aku di panggil oleh staff manajemen tempat grup Taemin bergabung. Sekarang aku sudah menemui sang Manager dari grup Taemin dan CEO perusahaan tersebut.

“Jadi, kau yang namanya Han Sungrin?” Tanya sang manager yang terlihat bertubuh besar kepadaku.

“Ne, aku Han Sungrin.” Ucapku.

“Begini, kami sangat kaget bahwa Taemin melanggar peraturan.” Ucap sang manager.

“Peraturan apa?” Tanyaku pada manager itu.

“Peraturan untuk menjadi idola cukup sulit, apalagi bagi member rookie group. Peraturan yang dilanggar oleh Taemin adalah Tidak boleh mempunyai kekasih.” Ucap Manager tersebut.

Ya itulah peraturan seorang member dari group idola. Hal ini baru kupikirkan sekarang. Aku benar-bear lupa kalau peraturan inilah yang selama ini membuat Taemin jarang menemuiku. Aku hanya berfikir penghalang hubunganku dengannya hanyalah masalah fans yang akan protektif terhadapnya.

Aku hanya bisa diam menunduk menyadari semua ini. Ini kesalahanku, seharusnya aku tak membuatnya kehilangan konsentrasi untuk mengejar impiannya. Seharusnya aku menjauh darinya. Aku hanya bisa diam sekarang.

“Jadi, saya mohon dengan sangat kepada Sungrin-aggassi agar menjauhi Taemin juga mengakhiri hubungan kalian berdua. Itulah konsekuensi yang harus dihadapi Taemin untuk karirnya.” Ucap sang Manager.

Aku tahu sang CEO perusahaan hanya diam da manager lah yang sejak tadi berbicara menjelaskan. Namun, pandangan ahjussi tersebut benar-benar menusukku. Seperti mengancamku agar tidak untuk mendekati Taemin kembali.

***

Aku berjalan kaki dari halte bus menuju kompleks rumahku berada. Tas selempang di pundakku terasa sangat berat -walaupun sangat ringan. Dengan lunglai aku berjalan memikirkan apa yang harus aku lakukan. Bagaimana caraku untuk menjauhinya. Taemin pasti akan mengelak unuk menuruti perminataan Manager dan CEO itu.

Namun, dia harus tetap melanjutkan karirnya. Itu cita-cita nya yang ingin dia wujudkan sejak dulu. Aku tak mungkin membuatnya mundur hanya karena ini.

flashback

“Kau boleh pulang. Pikirkan lagi perkataanku, jika kau memang menyayangi Taemin.” Ucap manager itu padaku dengan datar namun sangat membekas di telingaku.

Aku berdiri dan menunduk memberi hormat kepada dua orang tersebut lalu keluar dari ruangan yang elegan itu. Baru saja aku menutup pintu ruangan itu, seseorang menarikku dengan cepat.

Taemin mendekapku. Dia menatapku dengan tajam dan dalam, terlihat kekhawatiran yang ia pancarkan dari tatapannya padaku.

“Apa yang mereka katakan padamu?” Tanyanya dengan gugup.

Aku hanya tersenyum mencoba menenangkannya.

“Kau tak usah khawatir. Cukup fokus dengan karirmu, musikmu, fansmu. Aku akan mendukungmu dari jauh.” Jawabku pelan.

Taemin memelukku erat, sangat erat. Seperti tidak ingin aku terbang atau semacamnya.

“Apapun yang terjadi kita tak boleh berpisah.” Ucapnya.

end of flashback

Apapun yang terjadi aku akan selalu mencintainya.

Advertisements

5 thoughts on “The Flower Story 01

  1. Joaheeee \(ˆ‎​​​​▿▿▿▿▿▿ˆ‎​​​​)/
    Ff’nya bagus, dan diksinya juga pas, gak terlalu formal dan gak terlalu informal.. Pas gitu hehehehe.
    Dtnggu kelanjutannya !!
    Keep writing yaaaa meskipun banyak cobaan !! (з˘⌣˘ε)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s